Dinilai Mendiskriminasi Perempuan, Lestari Moerdijat Minta DPR Cabut RUU Ketahanan Keluarga

Dinilai Mendiskriminasi Perempuan, Lestari Moerdijat Minta DPR Cabut RUU Ketahanan Keluarga
Lestari Moerdijat. (Yayasan Dharma Bhakti Lestari)

Wakil Ketua MPR 2019-2024, Lestari Moerdijat secara tegas meminta DPR segera mencabut RUU Ketahanan Keluarga dari Prolegnas 2020. Apa alasannya?

Inibaru.id – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Lestari Moerdijat berharap DPR segera mencabut RUU Ketahanan Keluarga dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020.

Rerie menyebut banyak pasal di dalam RUU Ketahanan Keluarga yang melanggar hak asasi manusia (HAM).

“Perlu dipikirkan cara-cara konstitusional untuk mencabut RUU ini dari Prolegnas Prioritas 2020,” ucap Rerie.

Rerie mengungkap hal ini saat melakukan diskusi tentang RUU Ketahanan Keluarga di rumah dinasnya pada Selasa (3/3/20). Diskusi  yang dilakukan demi mendengarkan aspirasi masyarakat ini turut dihadiri aktivis perempuan Tunggal Pawestri serta anggota Ombudsman Ninik Rahayu.

Lestari Moerdijat saat berkunjung ke rumah singgah. (Yayasan Dharma Bhakti Lestari)
Lestari Moerdijat saat berkunjung ke rumah singgah. (Yayasan Dharma Bhakti Lestari)

Rerie menyebut RUU Ketahanan Keluarga sudah terlalu jauh masuk ke ranah pribadi. Dia pun menyebut RUU ini seharusnya nggak perlu ada. Pendapat ini ternyata juga diamini oleh peserta diskusi lainnya. Mereka juga meminta RUU yang diinisiasi oleh anggota DPR ini dikaji dengan lebih mendalam karena isinya cenderung kontradiktif.

Selain itu, Rerie ternyata juga menyebut RUU Ketahanan Keluarga sebagai RUU yang mendiskriminasi perempuan. Dia meminta kaum peremuan untuk bersatu dan bersuara bahwa RUU ini sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan.

Sementara itu, Ninik Rahayu menyebut RUU ini sebagai langkah mundur. Dia juga menyebut RUU ini nggak memberikan kebaikan sehingga harus dievaluasi.

“Meskipun bendera politik kita berbeda, sebaiknya kita terus berkomunikasi agar kita tidak terus mundur ke belakang,” ucap Ninik.

Tunggal Pawestri bahkan menyebut seluruh 146 pasal dalam RUU Ketahanan Keluarga bermasalah dan nggak relevan. Naskah akademiknya juga sangat kacau.

“RUU yang seharusnya direncanakan untuk memperbaiki masalah, malah berlaku sebaliknya,” ucap Tunggal menimpali.

Kamu setuju dengan pendapat Mbak Rerie nggak, Millens(Med/IB09/E06)

Tags :