Dinas Kesehatan Investigasi Kasus Antraks di Gunung Kidul, Ini Hasilnya

Dinas Kesehatan Investigasi Kasus Antraks di Gunung Kidul, Ini Hasilnya
Antraks di Gunung Kidul, Yogyakarta (Mochammad-Fachrurrozy/Liputan6)

Sekitar 540 orang diduga terpapar antraks di Kecamatan Pojong, Gunung Kidul, Yogyakarta. Dinas Kesehatan pun melakukan investigasi terkait hal ini. Seperti apa hasilnya?

Inibaru.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta melakukan investigasi terkait dengan kasus kematian ternak dan dugaan antraks di Desa Gombang, Kecamatan Pojong. Hasilnya, 27 warga Dusun Ngrejek Wetan di desa tersebut positif antraks.

Detik, Kamis (16/1/20) menulis, pada Sabtu (4/1), ada dugaan bahwa 540 orang di Dusun Ngrejek Wetan dan Dusun Ngrejek Kulon, Desa Gombang terpapar antraks. Sementara itu, kasus kematian ternak kambing sudah ada sejak 16 Desember 2019 dan kematian ternak sapi terjadi sejak 18 Desember 2019 dan berlangsung hingga 28 Desember.

Hasil investigasi menunjukkan banyaknya warga yang tetap mengonsumsi daging dari ternak yang mati mendadak. Hal ini membuat Dinkes memutuskan untuk mengambil sampel darah dari 65 orang yang diduga kuat sudah tertular penyakit ini.

“Dari ratusan orang itu, 87 menunjukkan gejala klinis. Yang diambil darahnya 54 orang dan yang diambil swipe lukanya 11 orang,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Penangulangan Penyakit Dinkes Gunung Kidul, Sumitro.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa 27 orang positif antraks dengan gejala yang muncul di kulit. Beberapa orang juga mengalami gangguan pernapasan akibat penyakit ini.

“Saat ini warga yang positif antraks kita berikan antibiotik profilaksis lanjutan sampai 20 hari dan untuk yang gejala kita berikan antibiotik. Selain itu, mereka yang positif akan dicek ulang darahnya di BBVET (Bogor),” lanjut Sumitro.

Sudah ada satu orang yang diambil sampel darahnya yang meninggal di Desa Gombang. Hanya saja, Dinkes menyebut kematiannya bukan karena antraks, melainkan karena meningitis.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul juga memastikan bahwa tanah dan darah dari hewan ternak yang mati di Desa Gombang positif antraks. Namun hasil investigasi hewan yang mati di Kecamatan Semanu dipastikan bukan karena penyakit ini.

Baca juga: Melihat Proses Nglinting Manual di Pabrik Rokok Indie; Praoe Lajar Semarang

Sebagai antisipasi, Pemkab Gunung Kidul akan segera mengeluarkan Perbup untuk mencegah jual beli serta konsumsi hewan yang mati mendadak demi mencegah penyebaran antraks.

“Baru mengkaji, bagaimana kalau menerapkan ganti rugi ternak yang mati dan terbukti karena antraks. Karena budayanya, kalau dikubur mereka eman-eman, karena itu dengan ganti rugi budaya itu semoga terkikis,” ucap Asisten II Bidang Perokonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Gunung Kidul, Azman Latif.

Semoga saja kasus antraks di Gunung Kidul bisa segera dihentikan sehingga tidak memakan korban, ya Millens! (IB09/E06)