Dikenal Karena Integritasnya, Berikut Adalah Rekam jejak Salahudin Wahid

Dikenal Karena Integritasnya, Berikut Adalah Rekam jejak Salahudin Wahid
Gus Sholah. (Twitter.com/mazzini_giusepe)

KH. Salahudin wahid atau akrab disapa Gus Sholah meninggal pada Minggu (2/2/2020) pukul 20:59 WIB. Seperti apa rekam jejaknya selama ini?

Inibaru.id – Salah satu tokoh terbesar Nahdlatul Ulama (NU), KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2/20) pada pukul 20:59 WIB. Gus Sholah meninggal di RS Harapan Kita, Jakarta.

Harakatuna, Senin (3/2) menulis, Jenazah Gus Sholah rencananya akan dimakamkan di kawasan pemakaman Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Sebelumnya, jenazah disemayamkan di rumah duka yang ada di kawasan Tendean, Jakarta.

Adik dari Presiden Ke-4 RI, Gus Dur ini lahir pada 11 September 1942 di Pesantren tebuireng, Jombang. Beliau adalah putra ketiga dari tokoh besar KH. Wahid Hasyim dan Nyai Hj. Sholehah. Masa kecilnya dihabiskan di lingkungan pesantren yang melahirkan banyak tokoh besar. Lingkungan ini pula yang turut membentuk karakternya.

Sejak 1957, Gus Sholah sudah ambil bagian di Kepanduan Ansor hingga 1961. Setelah itu, Gus Sholah menempuh pendidikan di SMAN 1 Jakarta dan kemudian mengambil jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Bandung (ITB). Semasa kuliah, Gus Sholah dikenal aktif dalam Anggota Pengurus Senat Mahasiswa dan Dewan Mahasiswa ITB. Beliau juga aktif di PMII, baik itu di ITB atau di cabang Kota Bandung.

Karier Gus Sholah termasuk gemilang. Pada 1969 hingga 1977, beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama Perusahaan Kontraktor. Pada 1978 hingga 1997, Gus Sholah juga sempat menjabat di posisi serupa di Perusahaan Konsultan Teknik. Gus Sholah juga pernah menjabat sebagai Assosiate Director Perusahaan Konsultan Properti Internasional pada 1995 hingga 1996.

Pada 2002 hingga 2007, Gus Sholah diberi amanah untuk menjadi Wakil Ketua Komnas HAM. Sebelumnya pada 1998 hingga 1999, beliau juga sempat menjadi anggota MPR.

Tiga hal yang menjadi warisan dari Gus Sholah bagi para santri Ponpes Tebuireng dan generasi muda Indonesia adalah sikap jujur, berintegritas, dan semangat untuk terus belajar serta mengejar ketertinggalan. Beliau juga menekankan pentingnya sains dan agama untuk dipelajari secara beriringan.

Semoga saja amal ibadah Gus Sholah diterima di sisi Tuhan YME, ya Millens? (IB09/E06)

Baca juga: Sebelum Temukan Jiwa Lewat Doodle Art, Bipolar Buat Hana Madness Pernah Dikurung Hingga Dirukiah