Dikecam Warganet, Rombongan Naiki Sepeda Masuk Restoran di Semarang Minta Maaf

Dikecam Warganet, Rombongan Naiki Sepeda Masuk Restoran di Semarang Minta Maaf
Viral, pesepeda bawa sepedanya masuk ke restoran. (Twitter/Rakaholy)

Kegiatan bersepeda menjadi rutinitas baru semenjak pandemi corona. Tapi, kelakuan rombongan pesepeda di Semarang ini membuat siapa saja geram setelah melihatnya. Bagaimana tidak, mereka masuk ke dalam kafe sambil naik sepeda dan nggak mematikan lampu. Kok bisa?

Inibaru.id – Pada Kamis (11/6/2020) pukul 18.40 WIB, rombongan pesepeda masuk ke restoran di Jalan Wonodri Krajan, Kota semarang dengan tetap mengendarai sepedanya. Kejadian ini terekam oleh sebuah video yang viral di media sosial. Kelakuan para pesepeda itu membuat gemas siapa saja yang melihatnya.

Video yang viral itu menampilkan sembilan orang yang masuk sambil membawa sepedanya ke dalam area restoran. Tentu saja, hal yang nggak biasa ini menyita banyak perhatian sejumlah orang yang tengah makan di restoran tersebut.

Terlihat ada pesepeda yang masuk sambil menaiki sepedanya ke area restoran. Suara benda terjatuh pun terdengar. Seolah tengah di jalan raya, lampu warna-warni pada sepeda juga nggak dimatikan.

Video yang viral itu diunggah salah satunya di akun @infokejadiansemarang pada Jumat (12/6). Sampai pukul 18.36 WIB, unggahan itu disukai 22.628 warganet dan dibanjiri ribuan komentar.

Terlihat beberapa lampu sepeda yang dinyalakan. (Twitter/Rakaholy)
Terlihat beberapa lampu sepeda yang dinyalakan. (Twitter/Rakaholy)

Akun @infokejadiansemarang memberikan keterangan pada postingan video tersebut, lengkap dengan tagar attitude is everything (etika adalah segalanya).

"Yang lagi rame di jagat pit pitan Semarang. Lokasi di salah satu Resto di Jl Wonodri Krajan. Ohya kalo mau baca thread e ada di twittere Pemuda Lumrah, udah di rituit sama twittere IKS. Untung mimin ganteng rak melu melu, padahal pitku yo larang terbuat dari lapisan emas 100karat trus nek bulan purnama iso mabur neng omahe rondo wkwkwk, sangar po rak. Hati hati lur, tetep fokus lan waspada, ilingo pesene eyang semar OJO DUMEH. #infokejadiansemarang #attitudeiseverything" tulis akun tersebut.

Mayoritas warganet menyayangkan tingkah para pesepeda itu saat memasuki restoran.

"Oalah lah nembe brompton ndes ndes, mungkin dia dia belum tau roadbike carvelo, ritte dan kawan kawan nya, neg ngerti paling turu mbe sepeda ne yak e .. wkwkwkwkwkw (Oalah, baru brompton ndes ndes, mungkin dia belum tahu roadbike carvelo, ritte, dan kawan-kawannya, kalau tahu bisa jadi sepedanya dibawa tidur)," tulis akun Azharalhadi.

"Due sepeda larang, tp gak due etika & akhlak. Kamsooo (Punya sepeda mahal, tapi nggak punya etika dan akhlak)," tulis akun Pramudityapa.

Di fase <i>new normal</i>, kafe kembali ramai pengunjung (Jawapos/Puguh Sujadmiko)
Di fase new normal, kafe kembali ramai pengunjung (Jawapos/Puguh Sujadmiko)

Rombongan Akhirnya Meminta Maaf ke Pihak Restoran

Perwakilan dari rombongan akhirnya datang ke restoran dan menyampaikan permintaan maaf. Hal ini disampaikan oleh Faiz Yazid Aulady, pemilik restoran Bellywise tempat kejadian in berlangsung. Dia mengungkapkan jika perkara ini sudah selesai.

"Dari pihak bersangkutan sudah ketemuan, sudah nemu solusinya. Dari dua belah pihak juga minta maaf," ujar Faiz pada Jumat (12/6).

Perwakilan rombongan pesepeda itu memberikan penjelasan jika beberapa orang yang datang ke restoran pada Kamis (11/6) lalu itu merupakan anggota baru.

"Diakui katanya ada anggota baru yang memang belum paham etika bersepeda," terangnya.

Pihak restoran juga meminta maaf jika service yang dilakukan pegawai restoran kurang maksimal.

Meski harga sepedanya mahal, kalau menurut kamu, apakah sopan jika sepeda sampai di bawa ke dalam restoran, Millens(Det/MG29/E07)