Dikecam Usai Dukung Jokowi, Begini Konfirmasi Hendrar Prihadi

Dikecam Usai Dukung Jokowi, Begini Konfirmasi Hendrar Prihadi
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Tempo.co)

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuai kritik usai melempar guyonan yang dinilai sejumlah pihak tidak menunjukkan netralitasnya sebagai pejabat publik. Hendi dianggap tidak etis lantaran mengatakan keberpihakannya pada pasangan capres Joko Widodo dan cawapres Ma'aruf Amin.

Inibaru.id – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendapat kecaman dari beberapa pihak usai mengatakan dukungannya terhadap pasangan capres – cawapres Joko Widodo – Ma’aruf Amin. Melansir dari Detik.com, Sabtu (2/2/2019), kecaman itu bermula saat Hendi mengatakan warga yang tidak mendukung Jokowi membangun jalan tol sebaiknya tidak usah lewat jalan tersebut.

“Mari kita dukung Jokowi-Ma’aruf Amin. Ada yang pernah lewat jalan tol? Berapa lama dari Semarang ke Jakarta? Kalau tidak mau mendukung Jokowi, jangan pakai jalan tol,” kata Hendi dalam acara silahturami Jokowi dengan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di MG Setos, Semarang.

Akibat pernyataannya tersebut, Hendi mendapat kritik dari sejumlah pihak, salah satunya dari Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Jawa Tengah Umar Hasyim. Sebagai pejabat yang melayani seluruh lapisan masyarakat, Umar menilai tidak seharusnya Hendi mengatakan keberpihakannya pada kelompok tertentu.

“Ucapan itu sangat tidak etis, itu sudah keluar dari amanat sebagai pejabat publik. Pemerintah melakukan pembangunan untuk semua masyarakat, dan pembahasannya tidak di tangan pemerintah saja. Pembangunan jalan tol itu sudah direncanakan sejak zaman Gubernur Mardianto di tahun 2004,” kata Umar.

Usai dikritik, Hendi meluruskan pemberitaan yang telanjur meluas dengan mengatakan itu hanya guyonan. Pernyataan itu dilemparkannya sekadar untuk mencairkan suasana. Lelaki 47 tahun itu juga menegaskan bahwa pernyataan itu bukan pendapat resminya tentang “jalan tol”.

“Itu kan hanya ice breaking supaya teman-teman nggak bosan, ya kita bercanda saja. Tapi semestinya kalau saya jadi wartawan, ice breaking tidak seharusnya dijadikan pernyataan resmi. Saya kasih sambutan resmi nggak begitu,” ujar Hendi. 

Kalau tanggapan kamu gimana, Millens? (IB15/E05)