Dijenguk Banyak Orang, Bayi 40 Hari di Pamekasan Meninggal Akibat Corona

Dijenguk Banyak Orang, Bayi 40 Hari di Pamekasan Meninggal Akibat Corona
Bayi memiliki sistem imun yang rendah sehingga rentan terinfeksi virus corona. (Flickr/ Cory Denton)

Sungguh tragis, bayi yang baru berusia 40 hari harus meregang nyawa akibat Covid-19. Sang bayi malang tertular virus akibat dijenguk oleh banyak orang. Kok bisa?

Inibaru.id – Seorang bayi berusia 40 hari meninggal karena tertular virus corona pada Minggu (21/6/2020). Bayi yang berasal dari Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur itu tertular Covid-19 setelah digendong orang-orang yang datang menjenguknya. Akibat peristiwa ini, jumlah pasien corona yang meninggal di Kabupaten Pamekasan pun bertambah jadi 18 orang.

Sang bayi diketahui terlahir dalam kondisi sehat. Berdasarkan keterangan tenaga kesehatan (nakes) setempat, sang bayi diduga terpapar virus corona saat usianya baru 28 hari. Setelah itu, sang bayi mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, dan demam. Kondisi sistem imun sang bayi yang masih lemah disinyalir menjadi penyebab utama sang bayi tertular virus hingga akhirnya meregang nyawa.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada orang tua sang bayi di RSUD Smart Pamekasan pada Selasa (9/6), terbukti bahwa keduanya nggak positif Covid-19. Hanya, keluarga ini tinggal di wilayah dengan kasus Covid-19 cukup tinggi. Sayangnya, meski jumlah PDP di Kecamatan Klanakan cukup banyak, warga tetap melakukan aktivitas seperti biasa dan nggak menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Ilustrasi bayi corona. (Flickr/markdoliner)
Ilustrasi bayi corona. (Flickr/markdoliner)

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pamekasan Sigit Priyono membenarkan kabar duka tersebut. Setelah pihaknya melakukan penelusuran, pasien positif corona di Kabupaten Pamekasan telah bertambah enam orang pada Senin, (22/6).

Secara keseluruhan, ada 82 orang yang positif corona dengan rincian 46 orang masih dirawat, 18 orang telah dinyatakan sembuh, dan 18 orang meninggal dunia. Sigit dan timnya hingga kini berusaha memberi edukasi pada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan demi mencegah penularan virus ini.

Mengingat masyarakat Tanah Air memiliki kultur kolektif yang kuat, mengurangi interaksi memang perkara yang “gampang-gampang susah” bagi orang Indonesia. Namun, demi kebaikan bersama, sebaiknya kamu tetap harus memperhatikan protokol kesehatan selama pandemi ini. Jangan melakukan interaksi tanpa pelindung dengan orang lain dan hindari acara yang memungkinkan banyak orang berkumpul.

Sebagai contoh, aktivitas menjenguk orang lain sebaiknya nggak dilakukan untuk sementara. Kalau kamu tetap melakukannya, bisa jadi akan memicu penularan virus corona. 

Semoga setelah peristiwa ini, kesadaran para orang tua untuk melindungi bayi dan anak-anak mereka dari virus corona semakin meningkat, ya Millens. (Kom/IB15/E07)