Diduga SnackVideo Ilegal, Seberapa Bahaya Aplikasi Pesaing Tiktok Ini?

Diduga SnackVideo Ilegal, Seberapa Bahaya Aplikasi Pesaing Tiktok Ini?
Aplikasi SnackVideo diduga ilegal. (Gizmologi)

Digadang sebagai aplikasi pesaing Tiktok, media sosial berbasis video SnackVideo diaggap ilegal oleh OJK Sulawesi Tenggara. Selain itu, diduga ada permainan uang di dalamnya.

Inibaru.id – Permainan uang atau money game di media sosial kembali menjadi sorotan publik setelah aplikasi Vitube dan TikTok Cash dinyatakan ilegal dan berpotensi masuk kategori money game. Belakangan, isu ini kian santer setelah SnackVideo juga dinyatakan serupa dan membahayakan penggunanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menduga media sosial berbasis audio-visual SnackVideo mengandung permainan uang pada Rabu (24/4/2021) lalu. Hal ini diungkapkan Kepala OJK Sulteng Fredly Nasution. Selain itu, aplikasi pesaing Tiktok itu dipastikan nggak berizin alias ilegal.

“Ya, SnackVideo telah dibahas dalam rapat Satgas Waspada Investasi (SWI) pada 18 Februari 2021," ungkap Fredly, "lalu dinyatakan ilegal dan diduga merupakan money game.”

Kalau kamu perhatikan dengan saksama, aplikasi yang identik dengan warna kuning-putih-hitam tersebut akhir-akhir ini memang cukup sering memasang iklan di media sosial. Pada iklan itu, ada iming-iming insentif yang bisa didapat para penggunanya dengan menonton video.

Caranya, pemilik akun cukup menonton video di aplikasi tersebut, lalu mengajak orang lain untuk bergabung. Menurut Fredly, hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi tersebut hanya menjual keanggotaan, bukannya kepemilikan.

Sistem aplikasi ini mirip dengan Vitube serta TikTok Cash juga telah dinyatakan ilegal oleh OJK. Fredly pun meminta masyarakat nggak sembarangan bergabung dengan aplikasi yang menawarkan pendapatan yang nggak jelas.

Diunduh Ratusan Juta Kali

Snack Video dianggap aplikasi ilegal oleh OJK. (Gizbot)
Snack Video dianggap aplikasi ilegal oleh OJK. (Gizbot)

Seperti Tiktok yang sudah lebih dulu masyhur di Indonesia, aplikasi medsos audio-visual SnackVideo juga berasal dari Tiongkok. Aplikasi ini dikembangkan Kuaishou Technology, dengan investor Tencent Holding, perusahaan raksasa dari Negeri Tirai Bambu. 

SnackVideo diduga ingin menyaingi popularitas Tiktok milik ByteDance yang belakangan mencatat keuntungan bersih hingga 100 persen, lebih tinggi dari Tencent dan Alibaba yang "hanya" meningkatkan keuntungan sebesar 30 persen.

Menurut data dari Google Play Store, aplikasi yang membatasi perekaman video maksimum 57 detik ini telah diunduh 100 juta kali sejak 7 Agustus 2019. Iklannya cukup masif di berbagai media sosial. Namun begitu, sistem kerja aplikasi ini masih belum jelas.

Sebagai contoh, pengguna baru yang memasukkan sebuah kode dari anggota lama bisa mendapatkan uang sebanyak Rp 52 ribu. Jika rajin menonton video, mereka bisa mendapatkan uang lebih banyak. Pendapatan juga bakal semakin meningkat kalau mampu mengajak orang lain mengunduh dan memakai kode rekomendasi tersebut.

Aplikasi SnackVideo. (Gizmologi)
Aplikasi SnackVideo. (Gizmologi)

Namun, pendapatan uang Rp 52 ribu tersebut nggak selalu terealisasi. Terkadang, uang ini baru bisa keluar Rp 9.000 dari setiap akun yang mendaftar atas rekomendasi kamu. Kalau ingin mendapatkan uang dari menonton video sebesar 19 ribu, kamu harus menonton minimal 15 menit per hari.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam Tobing mengatakan, biaya yang dikeluarkan penggunanya untuk top-up atau membeli diamonds bisa jadi mengarah pada "skema ponzi". Pada investasi palsu yang dicetuskan Charles Ponzi ini, investor mendapat keuntungan dari investor berikutnya.

“Kegiatan menonton video itu tidak ada barang jasa yang dipasarkan perusahaan, jadi ini mengarah pada skema ponzi,” jelas Tobing.

Wah, memang kudu lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi ya, Millens! Yap, kalau ada aplikasi yang menjanjikan keuntungan berlipat dalam waktu singkat, mungkin itulah saatnya kita waspada. (Det/IB09/E03)