Diduga Melanggar Kode Etik, Guru Besar Universitas Diponegoro Disidang

Seorang Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Suteki SH MHum disidang lantaran diduga melanggar etika. Namun, sidang tersebut menemui jalan buntu.

Diduga Melanggar Kode Etik, Guru Besar Universitas Diponegoro Disidang
Prof Suteki diduga melanggar kode etik. (Youtube.com)

Inibaru.id – Salah seorang Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Dr Suteki disidang atas dugaan pelanggaran kode etik. Kejadian tersebut bermula dari unggahannya di Facebook yang membahas mengenai Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai ormas. Selain tentang HTI, Suteki juga menulis aksi teror bom di Mapolretabes di Surabaya yang mengundang persepsi negatif masyarakat tentang dirinya.

Mendapat laporan tentang hal tersebut, Dewan Kehormatan dan Kode Etik (DKKE) Undip nggak tinggal diam. DKKE pun memanggil Suteki dalam sidang kode etik yang digelar Rabu, (23/5/2018).

Namun, sidang kode etik yang berlangsung tertutup di kampus Tembalang, Semarang itu rupanya nggak menghadirkan Suteki seperti yang ditulis Cnnindonesia.com, Kamis (24/5). Sidang itu juga mengalami jalan buntu sehingga Prof Iriyanto sebagai pemimpin sidang akhirnya memutuskan sidang dilanjutkan pada Kamis, (24/5).

Menanggapi kasus ini, Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama menegaskan bakal segera menjatuhkan sanksi terhadap stafnya yang terbukti menentang NKRI dan Pancasila sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

"Undip berdiri sebagai institusi yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Segenap pimpinan dan civitas akademika merasa sangat prihatin," ujar Yos Johan.

Yos juga menyebut nggak akan memberi toleransi bagi civitas akademika Undip yang terbukti bersalah merongrong kedaultan NKRI.

Sebelum ini, Suteki juga diketahui pernah menjadi saksi ahli untuk HTI dalam sidang gugatan Perppu Ormas.

Semoga masalah ini segera menemukan titik terang ya, Millens. (IB11/E04)