Di Tempat Ini, Orang Meninggal Nggak Boleh Dikubur

Di Tempat Ini, Orang Meninggal Nggak Boleh Dikubur
Ilustrasi - jenazah orang meninggal tidak dikubur. (Flickr/Alberto Wijaya)

Sejak 1950, masyarakat kota ini dilarang menguburkan jenazah orang meninggal. Jenazah bahkan harus diterbangkan ke luar pulau. Di manakah tempat ini?

Inibaru.id – Di Indonesia, jika ada orang yang meninggal, maka prosesi pemakaman pun akan segera dilakukan. Tapi, di sebuah tempat di ujung utara bumi, ada peraturan yang justru melarang orang yang meninggal untuk dikubur. Di manakah tempat itu?

Tempat ini bernama Longyearbyen. Kota ini masih masuk dalam wilayah Norwegia. Hanya, lokasinya nggak ada di Eropa daratan, melainkan di Kepulauan Svalbard, salah satu wilayah terdekat dengan Kutub Utara. Di tempat ini, cuaca ekstrem sudah biasa terjadi. Suhu udara yang mencapai minus puluhan derajat Celcius juga bukan hal baru.

Longyearbyen dekat dengan Kutub Utara. (Flickr/smudge9000)
Longyearbyen dekat dengan Kutub Utara. (Flickr/smudge9000)

Di tempat ini, kamu juga bisa melihat fenomena yang sangat unik, yakni matahari yang terus bersinar dan nggak ada malam hari selama lima bulan. Hal ini biasanya terjadi di musim panas. Karena alasan inilah Longyearbyen dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Padahal, untuk mencapainya, diperlukan penerbangan dengan waktu berjam-jam dari Ibu Kota Norwegia, Oslo.

Kota ini hanya dihuni oleh sekitar 2.000-an penduduk. Kebanyakan warganya masih keturunan langsung dari Bangsa Viking. Kultur Viking yang masih sangat kuat inilah yang menjadi daya tarik utama di kota tersebut.

FYI, nih, Millens, peraturan melarang jenazah untuk dikubur di kota ini sudah berlaku sejak 1950. Nggak hanya tidak boleh dikubur, jenazah bahkan harus diterbangkan dengan pesawat kargo dari Norwegian Air atau Scandinavian Air System (SAS) ke Norwegia daratan.

Longyearbyean menjadi kota tanpa permakaman. (Flickr/

Christopher Michel)
Longyearbyean menjadi kota tanpa permakaman. (Flickr/ Christopher Michel)

Meski terlihat nggak manusiawi, ternyata ada lo alasan mengapa aturan ini diterapkan. Suhu yang sangat dingin di Longyearbyen ternyata membuat jenazah yang dikubur nggak akan bisa terurai. Justru, jenazah akan menjadi mumi dan terus berada dalam kondisi utuh.

Pada 1920-an lalu, masyarakat kota ini mengalami wabah flu yang cukup parah. Penyebabnya? Ternyata dari virus yang berasal dari jasad-jasad orang yang sudah dikubur namun masih utuh. Hal inilah yang membuat peraturan dilarang menguburkan jenazah diterapkan. Bisa dipastikan nggak ada kuburan di sini. 

Untungnya, biaya penerbangan jenazah ke Norwegia daratan digratiskan oleh pemerintah setempat. Jadi, keluarga yang berduka nggak perlu mengeluarkan uang.

Sebuah budaya yang sangat unik, ya Millens? (Det/IB09/E05)