Di Sragen, Ada Desa yang Pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur

Di Sragen, Ada Desa yang Pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur
Sebagian wilayah Desa Glonggong di Jawa Tengah pindah ke Jawa Timur. (sekolah.data.kemdikbud.go.id)

Sebagian wilayah Desa Glonggong di Sragen, Jawa Timur, bergeser ke wilayah Jawa Timur karena faktor alam. Empat belas rumah pun mengalami pergeseran yang nggak biasa ini.

Inibaru.id – Di Sragen, Jawa Tengah, ada kejadian unik di mana sebuah desa ‘pindah’ dari wilayah Jawa Tengah ke Jawa Timur. Bagaimana mungkin ya desa yang merupakan wilayah cukup luas bisa jadi berpindah gitu? Ternyata, ada kisahnya, lo.

Kalau kamu berpikir perpindahan ini karena terjadi perubahan batas wilayah antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, nggak tepat, Millens. Desa ini benar-benar berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena faktor alam. Tepatnya karena banjir besar.

Kejadian ini sudah berlangsung lama, tepatnya pada Desember 2020 lalu. Saat itu, setidaknya 14 hunian warga yang ada di Dukuh Dadok, Desa Glonggong, Gondang, Sragen bergeser akibat efek samping banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Nah, karena lokasi desa ini memang berbatasan langsung dengan Jawa Timur, pergeserannya pun sampai ke wilayah provinsi sebelah.

Jadi ya, di situ ada Sungai Sawur. Di Desa Glonggong ini, bentuk dari sungai ini sangat unik, Millens, yakni menyerupai huruf S kalau dilihat dari atas. Meski terlihat indah, hal ini bisa memicu kekacauan di musim hujan. Jika banjir, pola aliran sungai jadi nggak S lagi, melainkan lurus akibat banjir yang merendam sisi kanan kiri sungai.

Banjir di Sungai Sawur membuat wilayah Desa Glonggong berpindah. (Solopos/Tri Rahayu)
Banjir di Sungai Sawur membuat wilayah Desa Glonggong berpindah. (Solopos/Tri Rahayu)

Menariknya, banjir ini membuat aliran sungai berubah. Padahal, batas Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah aliran sungai ini.  Dampaknya, 14 hunian yang ada di Dukuh Dadok pun kemudian secara administratif masuk ke wilayah Jawa Timur, tepatnya di Desa Tambakboyo, Mantingan, Ngawi.

Warga 14 rumah yang kemudian berpindah wilayah tanpa sengaja ini pun memilih untuk tetap mempertahankan KTP-nya sebagai warga Jawa Tengah. Namun, karena wilayah mereka sudah masuk Jawa Timur, mau nggak mau harus mengikuti kegiatan masyarakat dan kerukunan dari Desa Tambakboyo.

Hal lain yang cukup menarik adalah, warga juga harus mengurus pembayaran listrik dan pajak ke wilayah Jawa Timur meski KTP mereka adalah warga Jawa Tengah.

Untungnya sih, ya, di atas Sungai Sawur, ada jembatan yang dibangun sejak 2014. Jembatan ini pun dimaksimalkan warga desa yang tanpa sengaja berpindah ke Jawa Timur untuk menjenguk atau sekadar menyapa rekan-rekan sedesanya dulu di Desa Glonggong.

Hm, menarik juga ya kisah desa yang bisa berpindah wilayah gara-gara banjir ini. (Mer/IB09/E05)