Di Restoran Cepat Saji Kok Beres-Beres Sendiri?

Di Restoran Cepat Saji Kok Beres-Beres Sendiri?
Sisa makanan di gerai makanan cepat saji. (Kompasiana.com/ Hasri Hasan)

Restoran cepat saji KFC kembali mengampanyekan gerakan baru kepada pelanggannya yakni #budayabeberes. Namun, perlukah pelanggan beberes sendiri sedangkan masih membayar biaya servis?

Inibaru.id – Gerai makanan cepat saji KFC Indonesia mengampanyekan budaya beberes sendiri setelah makan di tempat. Kampanye dengan tagar #BudayaBeberes ini langsung mendapat perhatian para warganet di media sosial. Ada sebagian yang mendukung gagasan ini, namun tak sedikit pula yang mencibirnya.

Liputan6.com, Selasa (22/1/2019) menulis, GM Marketing PT. Fast Food Indonesia Hendra Yuniarto menyebut kampanye ini sebenarnya sudah ada sejak Februari 2018.

“Mirip kampanye #NowStrawMovement, kampanye #BudayaBeberes sebenarnya adalah kepedulian KFC Indonesia terhadap lingkungan, khususnya dalam hal pemilahan sampah,” jelas Hendra.

Kampanye ini mengajak para pelanggan restoran cepat saji itu untuk membereskan sampah makanannya sendiri. Pelanggan diminta membuang bungkus makanan langsung ke tempat sampah usai menyantapnya. Eits, tapi membuangnya sesuai dengan label tempat sampahnya ya misal sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.

Nggak cuma soal beres-beres sendiri, kampanye ini sebenarnya punya tujuan yang lebih besar yakni mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah. Hal ini tentu berperan besar bagi kelestarian lingkungan. Bila konsumen beberes sendiri, meja makan bakal terjaga kebersihannya. Konsumen lain yang akan menggunakan meja tersebut juga lebih nyaman.

Kendati demikian, Hendra mengatakan kampanye ini nggak akan dijadikan aturan tertulis.

“Sebenarnya, budaya restoran fast-food adalah self-service atau melayani sendiri. Jadi nggak hanya membayar atau mengambil pesanan sendiri, KFC juga mengajak konsumen beberes dan memilah sampah demi lingkungan,” ungkap PR KFC Indonesia Retno.

Yap, budaya beres-beres sendiri ini punya tujuan yang baik ya, Millens. Hanya saja, masyarakat Indonesia memang masih belum terbiasa sehingga menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh. Kira-kira, kamu bakal ikut kampanye ini nggak sih kalau makan di restoran cepat saji? (IB09/E04)