Di-PHK Karena Terdampak Covid-19, Pramugari Ini Gagal Nikah

Di-PHK Karena Terdampak Covid-19, Pramugari Ini Gagal Nikah
Maskapai terus merugi karena Covid-19, pramugari ini gagal nikah dan kini ganti profesi. (MStar)

Pramugari ini diputus kontraknya oleh maskapai penerbangan akibat terdampak Covid-19. Tunangannya juga kehilangan pekerjaan. Dia pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan pernikahannya.

Inibaru.id – Pandemi Covid-19 menyebabkan dampak yang sangat parah bagi banyak sektor. Salah satunya adalah sektor penerbangan. Banyak maskapai yang memutuskan untuk mem-PHK karyawannya, termasuk para pilot dan pramugari. Salah seorang yang nggak beruntung mengalami nasib tersebut adalah Maliah Md Noor, seorang pramugari asal Malaysia.

Maliah mewujudkan cita-citanya menjadi pramugari pada Juli 2018 lalu. Berkali-kali dia terbang dan melayani para penumpang ke berbagai tempat. Sayangnya, pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan profesi impiannya.

Malaysia adalah salah satu negara yang menerapkan lockdown sehingga penerbangan pun juga ikut terhenti. Maskapai tempatnya bekerja nggak lagi mendapatkan pemasukan sehingga mau nggak mau melakukan PHK pada karyawannya. Kontrak Maliah yang sudah berjalan dua tahun pun diputus pada Juni 2020.

“Saya mendapatkan panggilan terkait PHK ini pada Hari Raya Idulfitri saat di Subang, Selangor. Saya sedih saat mendengar kabar ini. Apalagi saat itu saya juga nggak bisa pulang kampung di Johor karena ada pembatasan wilayah,” kenang perempuan 27 tahun ini.

Banyak penerbangan yang kekurangan penumpang sehingga membuat maskapai merugi. (

Qatar Airways)
Banyak penerbangan yang kekurangan penumpang sehingga membuat maskapai merugi. ( Qatar Airways)

Sebenarnya, Maliah sudah memprediksi akan mengalami hal ini. Tapi, dia nggak mampu menahan kesedihan karena selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Saya masih punya tanggungan adik-adik yang masih kecil dan bersekolah. Ibu saya single parent,” ungkapnya.

Hal ini membuat Maliah yang sebelumnya berencana akan menikah pada Agustus 2020 ini akhirnya mengurungkan niatnya. Apalagi tunangannya juga sama-sama kehilangan pekerjaan.

Meski begitu, Maliah nggak patah arang. Usai bisa kembali pulang ke Senai, Johor, dia pun langsung membantu ibunya berjualan sambal ikan bilis. Dia juga kini berjualan tahu goreng dan menerima pesanan menjahit. Kebetulan, dia memiliki keahlian menjahit karena memiliki mesin jahit sejak kecil. Selain itu, Maliah ternyata juga lulusan S1 Seni Desain Fesyen dan Tekstil dari Universiti Malaysia Sarawak (Unimas).

Memang, apa yang dikerjakan Maliah sangatlah berbeda dari menjadi seorang pramugari. Namun, kondisi memang membuatnya harus beradaptasi dan bertahan hidup di tengah pandemi.

Semangat Maliah ini harus kita tiru ya, Millens. Meski kondisi sedang sangat berat akibat Covid-19, kita nggak boleh menyerah. (Dre/IB09/E05)