Di Balik Lima Karya Legendaris Raden Saleh

Di Balik Lima Karya Legendaris Raden Saleh
Potret Raden Saleh yang dibuat oleh Carl Johann Baehr, sekitar 1840. (Lindenau Museum)

Raden Saleh dikenal sebagai seniman lukis asli Indonesia yang memiliki beberapa karya legendaris. Lukisannya juga terjual dengan harga yang fantastis, lo.

Inibaru.id – Kalau bicara tentang peristiwa Penangkapan Diponegoro di Magelang, biasanya lukisan Raden Saleh bakal jadi gambaran yang terlintas di benak kamu. Memang, itu adalah karyanya yang paling populer. Tapi, kamu tahu nggak kalau Raden Saleh memiliki beberapa lukisan lain yang nggak kalah legendaris?

Laki-laki yang lahir di Desa Terbaya, Semarang, Jawa Tengah ini memiliki nama lengkap Raden Saleh Sjarief Bustaman. Dia lahir pada tahun 1807 dari pasangan bangsawan Jawa keturunan Arab.

Kegemarannya menggambar sudah menonjol sejak belajar di Sekolah Rakyat (Volks School). Meski begitu, pendidikan dasar melukis baru dia dapatkan saat bertemu dengan pelukis keturunan Belgia Antoine Auguste Joseph Payen yang kala itu berdinas di Indonesia.

Payen sangat tertarik dengan bakat melukis Raden Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan kepadanya. Dia mengajari Saleh seni lukis Barat dan teknik melukis dengan cat minyak. Raden Saleh kemudian jadi orang Indonesia pertama yang belajar pendidikan seni di Eropa.

Hampir 23 tahun Raden Saleh berkelana di Eropa. Dia pun bekerja sebagai seniman lepas di Belanda, Jerman, Prancis, Swiss, Italia, dan Skotlandia.

Gaya lukisan Raden Saleh beraliran Naturalis Romantis. Ia lihai dalam melukis dengan tema binatang, figur tokoh, pemandangan alam, serta kejadian alam. Meski belum bisa dipastikan berapa banyak lukisan yang diciptakan Raden Saleh, ada beberapa lukisan legendarisnya yang dikenal dunia, lo. Apa saja?

1.  Singa Terluka (1838)

"The Wounded Lion" (Jakarta Globe)

Lukisan yang bercerita tentang singa yang terluka ini diberi judul “The Wounded Lion”. Lukisan ini sekarang bisa kamu nikmati di Galeri Nasional Singapura.

Saleh suka menjadikan binatang buas sebagai subjek dalam lukisannya. Untuk mempelajari anatomi singa, Raden Saleh gemar pergi ke pertunjukan penjinak hewan Henti Martin di Den Haag, Belanda. Di tempat itu, dia menyelinap ke belakang panggung untuk melihat singa dari jarak dekat.

2.  Perburuan Singa (1840 dan 1841)

"The Lion Hunt" (Latvian National Museum of Art) 

Lukisan yang diberi judul “The Lion Hunt” memiliki dua versi. Yang pertama dibuat pada 1840, dan yang lain dibuat satu tahun setelahnya dengan komposisi yang lebih matang. Lukisan ini dilukis Raden Saleh saat di Dresden, Jerman.

Kabarnya, lukisan-lukisan ini memikat para pecinta seni Jerman, yang saat itu memiliki ketertarikan besar tentang wilayah Timur. O ya, lukisan ini dijual seharga hampir dua juta Euro pada tahun 2011, lo, Millens.

3.  Perburuan Rusa (1846)

"The Deer Hunt" (Museummesdag)

Lukisan yang menggambarkan perjuangan untuk bertahan hidup ini merupakan salah satu karya paling ikonik dari Raden Saleh. Kabarnya karya yang diberi judul “The Deer Hunt” ini terjual di Singapura seharga 1,8 juta Dollar AS pada tahun 1996.

4.  Perburuan Banteng (1855)

"Wild Bull Hunt" (Ouest France)

Lukisan yang disebut sebagai “Wild Bull Hunt” ini merupakan salah satu karya Raden Saleh yang terkenal. Lukisan ini dinilai unik karena Raden Saleh melukis dirinya sendiri di atas kuda cokelat yang gagah. Karya ini dihargai sekitar 7.2 miliar Euro dan kini dimiliki oleh kolektor seni anonim dari Indonesia.

5.  Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857)

"Penangkapan Pangeran Diponegoro" (Nationalgeographic/Yunaidi Joepoet)

Omong-omong, lukisan ini menjadi karya milik Raden Saleh yang paling populer. Lukisan ini menunjukkan peristiwa sejarah penangkapan Pangeran Diponegoro. Kini, kamu bisa menemukannya dipamerkan di Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Kalau kamu, tertarik nggak untuk melihat karya-karya milik Raden Saleh ini secara langsung, Millens? (Goo, Mer, Kom/IB32/E07)