Deretan Skandal Garuda di Bawah Komando Ari Askhara

Deretan Skandal Garuda di Bawah Komando Ari Askhara
Ari Askhara. (eljohnnews.com)

Nggak hanya kasus penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda Brompton, ada sederet skandal lain yang muncul di Garuda Indonesia di masa kepemimpinan Ari Askhara. Berikut adalah skandal-skandal tersebut.

Inibaru.id – Menteri BUMN Erick Thohir melakukan langkah tegas dengan memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk, I Gusti Ngurah Askhara. Keputusan ini sebagai imbas dari skandal penyelundupan komponen Harley Davidson dan sepeda merek Brompton.

Detik Finance, Jumat (6/12/19) menulis, semenjak Ari Askhara menjabat jadi Direktur Utama pada 12 September 2018, terdapat sederet skandal yang menimpa BUMN di bidang penerbangan tersebut.

Berikut adalah skandal-skandal tersebut.

Rekayasa Laporan Keuangan

Pada 2018 silam, Garuda Indonesia melaporkan kinerja keuangan yang positif. Bahkan, disebutkan bahwa Garuda mencetak laba. Hanya saja, penyelidikan justru membuktikan bahwa laporan keuangan ini direkayasa.

Kasus ini terkuak pada 14 April 2019 lalu, tepatnya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dalam rapat ini, dua komisaris Garuda, yakni Chairal Tanjung dan Dony Oskaria nggak mau menandatangani laporan keuangan tersebut.

Dalam laporan tersebut, Garuda mengklaim laba bersih sebesar Rp11,33 miliar. Hanya saja, laba ini juga ditopang oleh hasil kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi senilai Rp2,98 triliun. Dana ini dianggap sebagai piutang yang nggak bisa dianggap sebagai pendapatan.

Penyelidikan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) dari Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memastikan bahwa laporan keuangan tersebut salah dan membuat Garuda didenda Rp100 juta.

Cerai dengan Sriwijaya Air

Pada 9 November 2018, Garuda lewat anak usahanya, Citilink, mengambil alih operasional dari Sriwijaya dan NAM Air. Satu tahun berselang, Sriwijaya Air memutuskan untuk memberhentikan 3 direksi yang berasal dari Garuda Indonesia.

Anak Usaha Garuda lainnya, GMF AeroAsia memutusakan untuk nggak lagi melakukan kerja sama dengan Sriwijaya Air sejak 25 September 2019 karena maskapai ini menunggak Rp800 miliar. Bahkan, Citilink melakukan gugatan kepada Sriwijaya Air pada tanggal yang sama.

Sempat rujuk, hubungan kedua maskapai ini kembali memanas. Banyak penerbangan Sriwijaya Air yang nggak dilayani oleh Gapura Angkasa sehingga membuat jadwal penerbangannya kacau balau. Kedua maskapai ini kemudian benar-benar bercerai.

Penyelundupan Komponen Harley Davidson

Belakangan ini, nama Garuda kembali menjadi pembicaraan publik setelah pesawat Airbus A330-900 yang baru saja tiba di Indonesia kedapatan mengangkut komponen Harley Davidson serta sepeda  Brompton. Barang ini diduga masuk secara ilegal dan kemudian ditahan oleh Ditjen Bea dan Cukai.

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut komponen Harley ini milik Ari Askhara sehingga membuat Thohir memutuskan untuk memecatnya.

Duh, semoga kasus yang merugikan negara ini nggak terulang kembali ya, Millens! (IB09/E06)