Demam setelah Ketemu Orang Asing, Gejala Corona atau Reaksi Psikosomatik, ya?

Demam setelah Ketemu Orang Asing, Gejala Corona atau Reaksi Psikosomatik, ya?
Batuk dan demam bisa menjadi pertanda terjangkit corona. (Freepik)

Suhu tubuh mendadak naik mungkin menjadi gejala awal terjangkit virus corona. Namun, jangan panik! Terkadang, itu hanyalah reaksi psikosomatik!

Inibaru.id – Demam atau batuk ringan pada masa sekarang bikin kita cenderung melakukan self diagnosis. Nggak jarang, kita jadi cemas berlebihan, apalagi kalau tiap hari mengonsumsi berita tentang corona. Terpapar viruskah kita?

Oya, batuk, demam, dan sesak nafas memang menjadi beberapa gejala seseorang terpapar corona. Terkadang, penderita juga merasakan dada nyeri, bibir dan wajah membiru, kepala sakit, tenggorokan kering, dan perut nggak nyaman, selama masa inkubasi (2-14 hari).

Yap, corona memang menular dan berbahaya. Namun, kecemasan berlebih terhadap virus tersebut juga nggak bagus. Dr Martina Paglia dari The International Psychology Clinic mengungkapkan, kecemasan berlebih pada suatu penyakit mampu menciptakan gejala yang serupa pada tubuh, termasuk corona.

Kecemasan berlebih bisa memicu gangguan psikosomatik. (Shutterstock)
Kecemasan berlebih bisa memicu gangguan psikosomatik. (Shutterstock)

Ini dikenal sebagai gangguan psikosomatik. Reaksi tersebut dipercaya bisa muncul saat seseorang telalu khawatir dan berlebihan dalam menerima informasi, seperti kata dr Andri, psikiater dari Klinik Psikosomatik RS OMNI Jakarta.

“Saat kita membaca berita tentang gejala corona, tiba-tiba kita merasa tenggorokan gatal-gatal, nyeri, meriang walaupun tubuh normal. Itu wajar.” kata dr Andri dalam akun Twitter-nya, @mbahndi, belum lama ini.

Nah, untuk membedakan mana yang benar-benar terpapar dengan "hanya" mengalami gejala psikosomatik, kamu mungkin perlu mengidentifikasi diri. Yang paling utama, cermati apakah gejala tersebut hanya muncul sesaat atau terus-menerus.

Mengonsultasikan diri ke dokter juga diperlukan. (Medicalnewstoday)
Mengonsultasikan diri ke dokter juga diperlukan. (Medicalnewstoday)

Lalu, rasakan pula, keluhan itu berpindah dari satu bagian tubuh ke bagian yang lain atau nggak? Apabila keluhan itu sesaat dan berpindah-pindah, bisa jadi ini merupakan gejala psikosomatik. Kendati demikian, bukanlah hal yang buruk untuk berkonsultasi dengan dokter.

Gangguan psikosomatik nggak bisa kamu anggap remeh, lo! Namun, kamu tetap bisa mengatasinya dengan membatasi informasi terkait virus corona. Lakukan hal-hal menyenangkan dan berpikirlah positif!

Saat-saat sekarang, kamu memang harus berhati-hati dan menjaga diri. Namun, yakinlah bahwa semua orang bakal bisa melewati semua ini! (Kum/MG31/E03)