Dedi Mulyadi Usulkan Seragam Baru bagi ASN, Termasuk Celana Cingkrang

Dedi Mulyadi Usulkan Seragam Baru bagi ASN, Termasuk Celana Cingkrang
Seragam ASN. (Aslimalang)

Angggota DPR RI, Dedi Mulyadi menyebut seragam ASN sekarang sebagai warisan budaya kolonial Belanda. Dia mengusulkan pengubahan pakaian bagi para ASN, termasuk usulan penggunaan celana cingkrang.

Inibaru.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengusulkan pengubahan aturan pakaian bagi aparat sipil negara (ASN). Menurut Dedi, hal ini perlu untuk dilakukan demi menyesuaikan pakaian sesuai dengan budaya Indonesia.

Kompas, Senin (4/1/2019) menulis, Dedi menganggap pakaian yang dipakai para ASN sebagai warisan dari zaman kolonial Belanda. Pakaian lengan pendek yang sering disebut sebagai jas tongki ini dulunya dipakai oleh orang Belanda untuk berburu. Dedi juga menyebut pakaian ini nggak cocok dengan suhu udara di Indonesia yang cenderung panas di siang hari,

Selain itu, Dedi juga menyoroti pakaian  sipil lengkap (PSL) anggota legislatif. Pakaian ini berupa jas dengan dasi yang digunakan untuk acara resmi atau pengambilan keputusan. Selain kebarat-baratan, dedi menyebut pakaian ini juga membuat gerah dan berpengaruh pada lingkungan.

“Karena panas, banyak yang harus menggunakan AC dengan PK tinggi. Padahal, penggunaan AC berlebihan tidak baik untuk lingkungan,” ucapnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini pun menyarankan tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk menghapus aturan pakaian tersebut. Selanjutnya Dedi menyarankan agar diganti dengan baju khas nusantara yang sesuai dengan budaya dan iklim di setiap daerah.

Hanya saja, bukan berarti hal ini berarti setiap ASN harus memakai baju adat. Pakaian ini haruslah nyaman dipakai, tidak ketinggalan zaman, dan sesuai dengan budaya masing-masing daerah.

Mengusulkan Celana Cingkrang

Menariknya, Dedi justru menyarankan ASN yang bekerja di lapangan seperti penyuluh pertanian atau kehutanan untuk memakai celana cingkrang atau yang mirip dengan baju pesilat. Tujuannya agar tidak mudah kotor dan membuat mereka lebh bebas bergreak.

“Celana cingkrang nggak melulu erat dengan budaya Arab. Celana cingkrang khas Indonesia itu sudah ada dari dulu. Orang Sunda biasa ke sawah dengan celana pangsi, celana cingkrang dengan warna hitam,” jelasnya.

Dedi juga menyebut penggunaan sarung seperti yang dipakai Wapres Ma’ruf Amin juga bisa dijadikan contoh. Baginya, sarung adalah warisan budaya nusantara yang cocok untuk dijadikan pakaian formal.

Millens setuju nggak nih dengan usulan Dedi Mulyadi? (IB09/E06)