Debar Menuju Putusan Akhir Mahkamah Konstitusi, Seperti Ini Situasi di Sana

Debar Menuju Putusan Akhir Mahkamah Konstitusi, Seperti Ini Situasi di Sana
Menjelang sidang putusan, area Gedung MK dipasangi kawat berduri. (Suara.com)

Beberapa saat lagi, Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan akhir untuk hasil sengketa Pilpres 2019. Bagaimanapun hasilnya nanti, semoga ini akan menjadi keputusan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Lalu bagaimana siatuasi di sana?

Inibaru.id – Tepat pukul 12.30 WIB hari ini (27/06), Mahkamah Konstitusi akan membacakan putusan untuk hasil sengketa Pilpres 2019 yang selama ini menjadi drama bagi bangsa Indonesia. Sadar bahwa pembacaan hasil putusan ini akan memantik pro dan kontra di antara dua kubu yang bersengketa, pihak keamanan pun telah menyiagakan ribuan personil gabungan untuk mengantisipasi terjadinya ricuh. Termasuk dipasangnya kawat berduri di sekitar Gedung MK dan ditutupnya Jalan Medan Merdeka Barat yang ada di depan lokasi untuk membatasi akses massa di area gedung MK.

Dilansir dari Idntimes (27/06), kondisi di sekitar Gedung MK saat ini mulai dipadati oleh massa dari kubu simpatisan Calon Presiden (Capres) 02. Terpantau sedari pagi, massa tersebut sudah berbondong-bondong menuju Gedung MK untuk mengawal sidang yang akan menentukan hasil dari sengketa Pilpres tahun ini. Bahkan nggak sedikit yang mulai datang dari hari kemarin. Padahal pihak Prabowo-Sandi sudah mengimbau simpatisannya untuk menyaksikan hasil sidang di rumah masing-masing.

Tim Kuasa Hukum BPN telah tiba di MK pukul 11.30 WIB. Ketua Tim Kuasa hukum Bambang Widjojanto mengatakan nggak ada persiapan khusus yang dilakukan.

"Persiapannya apa lagi, orang tinggal nunggu putusan," kata Bambang. Dia juga nggak mengutarakan secara tegas apakah timnya merasa optimis gugatannya akan dikabulkan atau ditolak.

O ya, selain mengawal sidang sengketa Pilpres di MK, ternyata ada sekelompok massa yang mengutarakan tuntutan lain nih. Belasan bocah yang tergabung dalam PHB (Pecinta Habib Bahar) ini menuntut pembebasan Bahar bin Smith.

"Kalau MK gak curang, Pak Prabowo menang. Kalau Pak Prabowo menang, Habib Rizieq pulang ke Indonesia dan Habib Bahar bebas," ujar AN, salah seorang anggota disertai sorakan setuju teman-teman PHB lainnya. Ternyata mereka nekat datang ke MK dengan menumpang mobil bak terbuka ke Jakarta dan berbekal uang nggak lebih dari Rp 10.000. Mereka berasal dari Tangerang dan Citereup. Hm, nekat juga ya.

Semoga hasil putusan dari sengketa Pilpres ini nggak akan menjadi pemantik ricuh yang menggoyahkan semangat demokrasi dan kebhinekaan bangsa Indonesia. (IB23/E05)