Dear New Comer Investor, Jangan Lakukan 7 Kesalahan Investasi Ini

Dear New Comer Investor, Jangan Lakukan 7 Kesalahan Investasi Ini
Ilustrasi: Berinvestasi dan memperoleh keuntungan adalah keharusan. Namun, jangan buru-buru, ya! (Pixabay/Mayofi)

Bagi para investor pemula, mendapatkan untung yang cepat menjadi hal yang menarik. Sayangnya, justru ini merupakan sebuah kesalahan dan bisa jadi awal dari bencana. Yuk, simak enam kesalahan lain yang kerap dilakukan agar kamu bisa menghindarinya!

Inibaru.id – Kini, makin banyak orang yang sadar akan pentingnya investasi. Hal ini dibuktikan dengan melonjaknya jumlah investor di pasar modal sebesar 56 persen sesuai dengan data dari Bursa Efek Indonesia. Tinggi juga ya, Millens?

Tapi sayangnya, banyak pula investor pemula yang melakukan kesalahan investasi sehingga mengakibatkan kerugian. Nah, biar kamu nggak mengalami hal ini, ada baiknya membaca kesalahan para investor pemula dikutip dari laman OJK berikut ini.

1. Nggak Punya Tujuan yang Jelas

Kebanyakan investor pemula hanya bermodalkan ikut-ikutan tren. Mereka tergiur untung namun minim instrumen yang dipakai untuk investasi. Hal ini bikin mereka nggak punya tujuan yang jelas dalam berinvestasi. Kamu perlu tahu bahwa berinvestasi membutuhkan tujuan yang jelas.

Biar jalan ninjamu ini lancar, kamu harus tahu apa yang pengin dicapai dari berinvestasi. Apakah untuk membiayai studi anak atau dana pensiun.

2. Nggak Realistis Terhadap Risiko

Yang namanya investasi, risiko bakalan selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan hasil investasi. Dengan kata lain, semakin besar uang yang kamu tanam, maka semakin besar pula risiko yang harus dihadapi.

Ngaku deh kalau pernah tergiur dengan tingkat keuntungan yang nggak wajar, apalagi diiming-imingi risiko yang minim. Sudah, jangan langsung percaya hal ini. Skip saja kalau ada yang menawarkan keuntungan yang nggak wajar.

Pastikan institusi yang menawarkan investasi telah mengantongi izin salah satu lembaga yang berwenang (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dan Kementerian Koperasi dan UKM).

Ilustrasi: Mempertimbangkan risiko, keuntungan, dan kerugian yang masuk akal diperlukan dalam berinvestasi. (Pixabay/Gino Crescoli)
Ilustrasi: Mempertimbangkan risiko, keuntungan, dan kerugian yang masuk akal diperlukan dalam berinvestasi. (Pixabay/Gino Crescoli)

3. Nggak Melakukan Analisis yang Jelas

Instrumen investasi yang tersedia memang sangat banyak, namun sadarilah bahwa nggak seluruh instrumen tersebut cocok untuk semua orang.

Karena itu, sebelum memutuskan berinvestasi, pastikan kamu sudah rampung melakukan perhitungan sebelum menempatkan dana dalam jumlah yang cukup besar pada suatu instrumen ya. Pastikan kamu juga melakukan analisis yang matang mengenai keuntungan dalam satu periode beserta risiko yang mungkin saja terjadi.

4. Terlalu Fokus pada Hasil Jangka Pendek

Walaupun diperlukan kesabaran lebih karena waktu yang dibutuhkan relatif lama, investasi jangka panjang umumnya lebih menguntungkan.

Menurut OJK nih, banyak investor pemula yang hanya fokus untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek, padahal time horizon sebuah instrumen tergantung dari jenis investasi dan berapa lama investasi tersebut dijalankan. Jadi, nggak ada itu istilah auto sultan tanpa sabar.

5. Nggak Melakukan Diversifikasi Investasi

Hal lain yang perlu dihindari investor pemula ialah menempatkan seluruh uang yang dimiliki pada satu instrumen investasi. Bayangkan jika instrumen tersebut mengalami kebangkrutan, sudah pasti risiko yang akan ditanggung jadi semakin besar.

Karena itu, kamu perlu melakukan diversifikasi berbagai aset yang dimiliki dan membagi risiko ke berbagai instrumen tersebut.

Ibaratkan telur adalah investasi; untuk mengurangi risiko, letakkan 'telur' pada keranjang berbeda agar kalau pecah, nggak pecah semuanya. (Theweek)
Ibaratkan telur adalah investasi; untuk mengurangi risiko, letakkan 'telur' pada keranjang berbeda agar kalau pecah, nggak pecah semuanya. (Theweek)

6. Nggak Fokus Pada Rencana yang Telah Dibuat

Banyak pemula yang gagal karena kurang fokus pada tujuan semula. Oleh karena itu, kedisiplinan sangat diperlukan untuk menghindari kegagalan investasi.

7. Terlalu Cepat Mengambil Keputusan

Kesalahan ketujuh ini menjadi yang paling sering dilakukan investor pemula. Karena terlalu bersemangat, mereka minim pertimbangan sehingga salah memutuskan. Pada akhirnya menggagalkan kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil yang tinggi.

Eh, menurut OJK, beberapa prinsip investasi yang baik adalah mempersiapkan kondisi keuangan yang sehat dan pengelolaan keuangan yang baik, memahami risiko, nikmati manfaat, serta memilih produk pasar modal sesuai dengan kebutuhan jangka waktu investasi.

Jadi, jangan sampai kamu melakukan kesalahan-kesalahan di atas ya, Millens? (Fim/IB21/E07)