Deadline 30 Maret, Pembangunan Ruang Isolasi Tambahan di Kota Semarang Dikebut
Ranjang pasien sudah tiba di Rumah Dinas Wali Kota yang dijadikan ruang isolasi tambahan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Deadline 30 Maret, Pembangunan Ruang Isolasi Tambahan di Kota Semarang Dikebut

Ruang isolasi tambahan yang disiapkan oleh Hendrar Prihadi yakni di Rumah Dinas Wali Kota dan di Gedung Diklat Sambiroto tampak terus dikebut. Pasalnya Wali Kota Semarang tersebut sudah memberi deadline 30 Maret.

Inibaru.id - Untuk menanggulangi lonjakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berupaya menambah ruang isolasi di luar rumah sakit. Lokasi yang digunakan antara lain seperti Rumah Dinas Wali Kota dan di Gedung Diklat Sambiroto, Kota Semarang.

Pada Kamis (26/3) tampak sejumlah pekerja bangunan melakukan gerak cepat. Alat-alat kesehatan serta sejumlah fasilitas pun sudah tiba seperti ranjang dan kipas angin. Tinggal menunggu ruangan jadi kemudian dipasang. Semua harus rampung pada 30 Maret mendatang sesuai instruksi sang wali kota. 

Para pekerja harus mempercepat pekerjaannya agar pada 30 Maret bisa digunakan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Para pekerja harus mempercepat pekerjaannya agar pada 30 Maret bisa digunakan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Ruang isolasi tersebut luas ruangannya nggak paten. Sebab dibangun dalam kondisi darurat dan sesegera mungkin jadi.

Selain itu juga memaksimalkan ruangan yang memang nggak dibangun untuk ruang perawatan. Ukuran ruangan bervariasi karena menyesuaikan luas ruangan. Menurut pengamatan saya, ukuran kamar bersekat ini berukuran 2mx1m hingga 2mx2m. Cukuplah untuk menampung satu pasien.

Hendi pun dalam keterangannya pada Senin (23/3) menerangkan kalau di Rumah Dinas bakal ada 110 ruangan sementara di Gedung Diklat ada 95.

Aula Rumah Dinas Wali Kota nggak lama lagi bakal menjadi ruang isolasi. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Aula Rumah Dinas Wali Kota nggak lama lagi bakal menjadi ruang isolasi. (Inibaru.id/ Audrian F)

“Ruang isolasi tambahan itu untuk menambah kurangnya ruang isolasi yang ada di rumah sakit rujukan seperti Kariadi,” ujarnya.

Adanya kedua ruang isolasi tersebut juga berhubungan dengan lokasi. Kalau Rumah Dinas diperuntukkan untuk warga Semarang Barat. Sementara untuk Gedung Diklat selain dekat dengan Rumah Sakit Wongsonegoro, juga untuk warga Semarang Timur.

Kipas angin sudah tiba di Gedung Diklat Sambiroto. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Kipas angin sudah tiba di Gedung Diklat Sambiroto. (Inibaru.id/ Audrian F)

"Ruang gedung Diklat di Sambiroto juga bisa dimanfaatkan untuk menampung warga yang ada di perbatasan dengan kabupaten Demak,” kata Hendi.

Semoga ruang isolasi tersebut bisa selesai sesuai target ya, Millens. (Audrian F/E05)