Data Facebook Bocor, Zuckerberg (Akhirnya) Angkat Bicara

50 juta data pengguna Facebook bocor dan dipakai Cambridge Analyctica, konsultan Donald Trump saat kampanye pemilihan presiden Amerika Serikat.

Data Facebook Bocor, Zuckerberg (Akhirnya) Angkat Bicara
Marck Zuckerberg, pendiri dan CEO Facebook. (Medium.com)

Inibaru.id – Perusahaan pengembang media sosial terbesar dunia, Facebook, sedang dirundung masalah. Tak kurang 50 juta data pengguna medsos Facebook dikabarkan bocor dan dipakai Cambridge Analytica, konsultan politik Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menjalani masa kampanye pemilihan presiden 2016 silam

Mengutip Kompas.com, Kamis (22/3/2018), pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg yang sempat memilih diam selama beberapa saat akhirnya angkat bicara mengenai kasus ini. Dalam pernyataan di akun Facebook pribadinya, Zuckerberg meminta maaf pada semua pengguna Facebook di seluruh dunia.

Selain menyampaikan permohonan maaf, dia juga berjanji akan memperbaiki kesalahan tersebut dengan menerapkan sistem keamanan yang lebih baik demi melindungi privasi data pengguna salah satu media sosial paling berpengaruh di dunia tersebut.

Baca juga:
SoFi, Robot Ikan Ciptaan MIT yang Mirip Aslinya
Jual Rumah Bernilai Miliaran, Laki-Laki Ini Malah Dapat Uang Mainan

“Kami bertanggung jawab dalam melindungi data Anda. Jika kami tidak mampu melakukannya, kami tidak pantas melayani Anda. Saya sudah mencoba memahami apa yang telah terjadi dan memastikan hal ini tidak akan terulang di masa depan,“ janji Zuckerberg.

Salah satu langkah yang akan diambil Facebook demi mencegah hal ini terulang kembali adalah dengan membatasi akses aplikasi pihak ketiga pada akun pengguna seperti foto atau alamat pos-el.

“Beberapa tahun terakhir kami sudah mencoba melakukan hal ini. Namun, sepertinya masih banyak kesalahan yang kami lakukan sehingga harus melakukan lebih banyak hal lagi demi mengantisipasinya,” lanjutnya.

Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, juga mengemukakan pernyataan yang sama. Dia mengakui kesalahan Facebook yang nggak mampu melindungi data penggunanya.

“Kejadian ini adalah pelanggaran besar terhadap kepercayaan masyarakat dan saya sangat menyesal kami tidak melakukan hal yang cukup untuk mengantisipasinya,” ucap Sheryl.

Baca juga:
Kembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia, Medcom.id Gandeng MES untuk Kerjasama
Membersihkan Sampah Antariksa dengan Laser

Jadi Sorotan

Kasus ini membuat Facebook menjadi sorotan banyak pihak, termasuk Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat. Organisasi ini sudah meminta Facebook untuk menjelaskan kebocoran dan dugaan penggunaan data oleh Cambridge Analyctica. Parlemen Inggris bahkan dikabarkan akan memeriksa Zuckerberg berkaitan dengan skandal tersebut.

Kasus ini juga ikut menyeret jatuh saham Facebook hingga 6,8 persen. Sejalan dengan hal tersebut, kekayaan Zuckerberg juga ikut menurun hingga 70,4 miliar dolar AS sejak skandal ini terkuak. (AW/GIL)