Dari SKALU hingga SBMPTN, Begini Perubahan Istilah Ujian Masuk PTN dari Masa ke Masa

Sejak tahun 1970-an, Indonesia telah memiliki sistem seleksi masuk perguruan tinggi. Dari dahulu hinga sekarang, istilah yang digunakan berbeda-beda. Apa saja ya?

Dari  SKALU hingga SBMPTN, Begini Perubahan Istilah Ujian Masuk PTN dari Masa ke Masa
Istilah untuk penyebutan ujian seleksi PTN di Indonesia. (Trivia.com)

Inibaru.id – Selasa (8/5/2018), ratusan bahkan ribuan siswa memadati sejumlah universitas dan sekolah untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Peserta yang mengambil jurusan tertentu juga masih melakukan tes keterampilan hingga Jumat (11/5) mendatang. Harapan mereka, dengan mengikuti SBMPTN ini, mereka dapat diterima di perguruan tinggi favorit masing-masing.

Eits, ngomong-ngomong mengenai nama ujian masuk ke perguruan tinggi, nyatanya nama ujian itu mengalami beberapa kali perubahan lo, Millens. Berikut nama ujian masuk perguruan tinggi dari masa ke masa.

  1. SKALU dan SKASU (1970-an)

Mengutip Youthmanual.com, Selasa (8/5/2018) berawal dari Sekretariat Kerjasama Antara Lima Universitas (SKALU) menggelar tes masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Peserta SKALU mencapai puluhan ribu lantaran lulusan SMA atau SLTA di tahun 70-an mencapai puluhan ribu. Namun, pilihan kampusnya hanya lima, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (UNAIR), dan Universitas Gadja Mada (UGM).

Di akhir tahun 70-an, Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Sumatera Utara (USU) pun ikut di dalamnya. ATas penambahan itu, nama seleksi ujian tersebut diganti Sekertariat Kerjasama Antar Sepuluh Universitas (SKASU).

 

  1. Proyek Perintis (1979-1983)

Lantaran dianggap banyak kelemahan, SKALU dan SKASU diperbaiki hingga berganti nama menjadi Proyek Perintis. Jumlah perguruan tinggi yang ikut di dalamnya pun bertambah banyak lo.

 

  1. Sipenmaru (1983-2001)

Nama tersebut merupakan singkatan dari Sekertaris Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru). Nah, untuk jumlah perguruan tinggi yang ikut serta juga semakin bertambah banyak dan mulai dikoordinasikan dengan pemerintah nih, Millens. Dari sana, diperkenalkan juga jalur nonujian yaitu jalur Penelusuran Bakat dan Keahlian atau yang lebih dikenal dengan singkatan PMDK.

 

  1. UMPTN (1989-2001)

Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMPTN) ini konsepnya nggak berbeda jauh dengan SBMPTN zaman sekarang, yakni kelompok ujian terbagi IPA, IPS, dan IPC, serta ada poin minum (-4) jika jawaban kamu salah. Nah, dalam jalur ini, kamu harus fokus agar hasil ujian kamu memuaskan.

 

  1. SPMB (2002-2007)

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, UMPTN kemudian berganti nama menjadi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan dikelola panitia SPMB. Namun, kebijakan ini menimbulkan konflik internal. Sebanyak 41 rektor dan 56 kampus yang tergabung dalam SPMB melakukan protes terkait pelaksanaan seleksinya.

 

  1. SNMPTN (2008-2010)

Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi RI turun tangan dengan mengadakan Seleksi Nasional masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Selain diikuti  57 PTN, kampus-kampus juga mulai menawarkan ujian mandiri.

 

  1. SNMPTN tulis dan SNMPTN Undangan (2011-2012)

Agar selaras, terdapat dua jenis seleksi yakni SNMPTN Undangan dengan pencarian bacaan menunjukkan SNMPTN dengan tertulis

 

  1. SNMPTN dan SBMPTN (2013-2015)

Bila sebelumnya pemerintah menggunakan istilah SNMPTN tulis dan SNMPTN Undangan, saat itu pemerintah memutuskan untuk membedakan nama keduanya. Pemerintah kemudian memberikan nama SNMPTN bagi penyeleksian mahasiswa baru dengan jalur prestasi. Sementara itu, seleksi tertulis masuk ke perguruan tinggi disebut Seleksi Bersama Masuk Perguuan Tinggi Negeri (SBMPTN). Bersamaan dengan hal itu, PTN boleh menjalankan Ujian Mandiri dengan kuota maksimal 20 persen.

Wah, seperti bunglon saja ya, Millens. Namun, bedanya, bunglon berubah warna, kalau ini berubah nama. He-he. (IB11/E04)