Dana Bakal Terkuras, Proyek Pembangunan Kota Semarang Ditunda

Dana Bakal Terkuras, Proyek Pembangunan Kota Semarang Ditunda
Tahun 2020 Kota Semarang nggak bisa banyak melakukan pembangunan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Pandemi corona membuat Pemerintah Kota Semarang mengalihkan fokusnya termasuk soal alokasi dana. Imbasnya, semua proyek pembangunan Kota Semarang ditunda.

Inibaru.id - Pandemi corona juga ikut memengaruhi sejumlah proyek pembangunan di Kota Semarang. Pada Kamis (16/4) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertempat di kantornya mengungkapkan kalau semuanya akan dihentikan. Saat ini semuanya masih difokuskan ke penanganan Covid-19.

Meskipun berat, Hendi mengatakan akan ada pemotongan anggaran bagi setiap programnya sampai 85 persen. Semua dialihkan untuk Covid-19. Bappenda pun sudah memprediksi sampai Desember, pendapatan Kota Semarang akan berkurang Rp 1,8 triliun.

“Turun drastis. Jadi kemungkinan kami nggak bisa banyak membangun,” ujar Hendi.

Karena itu, Hendi berharap agar masyarakat bisa maklum jika beberapa pembangunan belum bisa dilanjutkan. Beberapa proyek pembangunan yang terpaksa mandek antara lain pembangunan Pasar Johar dan Rumah Sakit di Mijen. Sementara revitalisasi Jembatan Sampangan belum bisa direalisasikan.

Kata Hendi, selama masa pandemi, Kota Semarang telah kehilangan banyak anggaran. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Kata Hendi, selama masa pandemi, Kota Semarang telah kehilangan banyak anggaran. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Meskipun akan banyak pemotongan pada program di setiap dinas, program yang sifatnya sosial kemasyarakatan masih dipertahankan. Hal itu mencakup honor RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), dan untuk perbaikan jalan.

“Tapi kalau situasi membaik, tahun depan akan kami genjot lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, menindaklanjuti keputusan dari Pemerintah Pusat terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) pada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Semarang, Hendi berujar tetap akan patuh. Pemkot Semarang nggak akan memberi THR untuk ASN Eselon 2.

“Tapi untuk Eselon III dan IV tetap akan kami beri. Itupun nggak banyak dan masih akan kami pikirkan lagi program mana yang bisa digeser untuk memberi,” jelasnya.

Wah, ikut prihatin dengan semua ini ya, Millens. (Audrian F/E05)