Dam-daman, Permainan Catur Jawa yang Mulai Punah

Dam-daman, Permainan Catur Jawa yang Mulai Punah
Permainan tradisional dam-daman. (tgrcampaign.com)

Salah satu permainan tradisional yang mulai punah dan semakin jarang dimainkan adalah dam-daman. Permainan yang juga dikenal dengan sebutan lain catur Jawa ini kini bahkan sudah bisa kamu unduh dalam bentuk aplikasi, lo.

Inibaru.id – Generasi yang lahir sebelum tahun 2000-an pasti mengenal betul permainan dam-daman. Permainan ini mirip dengan catur namun lebih sederhana dan bisa dimainkan di mana saja. Sayangnya dam-daman kini semakin jarang dimainkan, khususnya oleh anak-anak.

Kalau kamu bermain catur, biasanya membutuhkan papan atau setidaknya bidang dengan warna berbeda ya. Nah, kalau main dam-daman, lebih sederhana. Nggak perlu memakai papan. Kamu bisa kok menggambarnya di atas kertas atau bahkan tanah. Bahkan, bidaknya juga bisa sembarangan asalkan berbeda.

Kamu bisa menggambarnya dengan kayu di atas tanah. Bidangnya berupa segi empat dengan garis kecil segitiga serta 32 persegi di dalamnya. Nah, bidang permainan ini bisa dipakai dua orang dengan bidak yang dibedakan. Satu orang memakai bidak dari batu kerikil, sementara lawannya memakai bidak dari pecahan genteng. Jumlah bidaknya biasanya adalah 16 biji untuk setiap orang.

Garis-garis kecil di bidang permainan ini jadi tempat pemain dam-daman maju, menyamping, dan ‘makan’ bidak lawannya. Yang pasti, bidaknya nggak boleh mundur. Cara ‘memakannya’ adalah dengan melompati bidak lawan tersebut. Siapa yang bidaknya habis duluan, dia yang dianggap kalah.

Aturan permainan dam-daman sederhana namun bisa melatih cara berpikir anak-anak. (Twitter.com/AyoNingCirebon)
Aturan permainan dam-daman sederhana namun bisa melatih cara berpikir anak-anak. (Twitter.com/AyoNingCirebon)

Ada aturan khusus yang harus dicermati dalam aturan ini, yakni jika bidak lawan bisa sampai ke bidang segitiga kita, maka bidak tersebut bisa bergerak bebas ke manapun asalkan masih sesuai dengan garis. Selain itu, jika lawan nggak sadar atau lupa untuk ‘memakan’ bidak kita, bakal dikenakan hukuman. Yap, kita bisa mengambil tiga bidaknya secara bebas yang tentu bisa menentukan kemenangan. Saat melakukannya, kita pun tinggal berteriak “DAM”.

Kalau menurut guru kelas VI SDN 01 Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan Widy Hastrini, S. Pd. SD, permainan dam-daman sangat bagus untuk menstimulasi kecerdasan anak, khusunya dalam hal melatih motorik halus dan kasar. Maklum, saat memainkannya, anak harus benar-benar memperhatikan persepsi ruang, strategi, dan perencanaan yang baik agar bisa menang.

Secara tidak langsung melatih komunikasi, melatih keberanian untuk menjadi sang pemenang” tulis Widy, Kamis (4/11/2021).

Apakah kamu pernah memainkan dam-daman alias catur Jawa ini sebelumnya, Millens? Kalau pengin memainkannya lagi, sudah ada aplikasinya yang bisa kamu unduh di ponsel kamu, kok. Nggak ribet, ya? (Tgr, Lip, Rad/IB09/E05)