Crown Shyness, Cara Pohon Berbagi Cahaya dan Lindungi Diri dari Tetangga

Crown Shyness, Cara Pohon Berbagi Cahaya dan Lindungi Diri dari Tetangga
Fenomena crown shyess. (Wikipedia)

Secara alamiah, pohon juga memiliki sistem pertahanan diri, lo. Salah satunya adalah fenomena Crown Shyness yang merupakan celah yang terbentuk antarpohon. Apa manfaatnya bagi pohon?  

Inibaru.id – Nggak cuma manusia yang punya sesitivitas untuk melindungi diri dari orang asing, pohon juga punya kemampuan yang sama, lo. Ternyata, pohon-pohon di hutan punya batasan dalam hal bersentuhan dengan pohon lainnya.

Saat di hutan, pohon-pohon yang besar dan rindang akan membentuk celah antara satu dengan yang lainnya. Hal ini dilakukan agar sinar matahari bisa menembus ke bawah. Celah antarpohon ini dikenal sebagai fenomena Crown Shyness.

Fenomena ini mulai diteliti pada 1920-an, tapi baru membuahkan hasil setelah bertahun-tahun kemudian. Lalu, apa saja yang telah ditemukan?

Sistem Pertahanan Diri

Serangga pada pohon. (Pixabay)
Serangga pada pohon. (Pixabay)

Crown Shyness terjadi karena cabang paling atas dari spesies pohon tertentu enggan melakukan sentuhan dengan cabang paling atas pohon lainnya. Mereka enggan bersentuhan untuk menghindari serangga pemakan daun di pohon tetangga berpindah ke tempatnya.

Nah, crown shyness adalah kemampuan pohon melindungi diri agar nggak tertular hama.

Sistem Fotosintesis

Jarak pada pohon akan mempermudah fotosintesis. (Pinterest)
Jarak pada pohon akan mempermudah fotosintesis. (Pinterest)

Bagi pohon-pohon besar di hutan, daun dan dahannya yang rindang harusnya membuat mereka berdempetan akibat keterbatasan ruang. Saat satu pohon menutupi pohon lain, cahaya matahari akan sulit menjangkau pohon tersebut dan menghambat proses fotosintesis.

Pohon yang berdempetan rela menahan penjalaran daun di ruang yang terbatas supaya nggak menghalangi cahaya matahari bagi pohon yang lain. Fenomena crown shyness ini memungkinkan setiap pohon dapat berfotosistesis dengan baik. Wah, saling menjaga antartetangga, nih!

Menghindari Cedera

Crown shyness juga menghindari kerusakan. (Pikist)
Crown shyness juga menghindari kerusakan. (Pikist)

Selain itu, crown shyness juga mencegah cedera pada pohon. Hal ini bisa saja terjadi saat hujan atau angin kencang menerjang. Cabang atau ranting pohon yang belum terlalu kuat bisa saja rusak dan mengakibatkan gesekan pada pohon lain.

Nah, celah antarpohon dapat meminimalisasi cedera. Sehingga, gesekan dapat terjadi pada pohon yang terkena angin saja. Hal ini juga menguntungkan bagi pohon yang masih lemah karena dapat terhindar dari kerusakan. Crown shyness juga menghindarkan beberapa spesies tertentu dari kepunahan.

Oh ya, fenomena ini nggak terjadi pada sembarang pohon lo! Hanya beberapa pohon yang lazim membentuk crown shyness, di antaranya Eucalyptus, Sitka spruce, Japanese larch, Lodgepole pine, Black mangrove, dan Camphor .

Kamu pernah mendapati fenomena alami ini, Millens? (IDN/IB27)