Covid-19 Semakin Parah, Pemkot Tutup Perbatasan Kota Di Surabaya

Covid-19 Semakin Parah, Pemkot Tutup Perbatasan Kota Di Surabaya
Antisipasi penyebaran Covid-19 yang semakin parah, Pemkot tutup perbatasan di Kota Surabaya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya terus meningkat. Hal ini membuat pemerintah kota (Pemkot) memutuskan untuk menutup askes perbatasan kota. Seperti apa ya kebijakan ini?

Inibaru.id – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Surabaya belum menunjukkan hasil positif. Memasuki hari ke-10 di masa perpanjangan PSBB yang ketiga, jumlah pasien Covid-19 nggak kunjung menurun. Hal ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memutuskan untuk menutup perbatasan kota.

Kawasan yang ditutup ialah perbatasan dengan Kabupaten Sidoarjo yang melalui kawasan Pondok Chandra dan Rungkut Menanggal. Penutupan dimulai pada Kamis (5/6/2020) malam. Diharapkan, penutupan ini mampu menekan penyebaran virus corona yang semakin parah.

Penutupan yang dilakukan  di kawasan Pondok Chandra dan Jalan Rungkut Manggal dijaga ketat oleh Dinas Perhubungan dan Satpol Pamong Praja Kota Surabaya, serta dibantu oleh Kepolisian dan TNI Penutupan jalan secara total menggunakan water barrier.

Selain menutup total kawasan Pondok Candhra dan Jalan Rungkut Manggal, Pemerintah Kota juga menutup jalan alternatif yang sering dijadikan celah masuk ke kota Surabaya. Jalan-jalan tersebut berlokasi di kawasan Tambak Oso dan Gunung Anyar Tambak. Selain itu, Simpang Empat Rungkut Industry dan Jalan Zamhuri-Rungkut Tengah juga telah diblokade.

Ilustrasi penutupan jalan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi penutupan jalan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Sayangnya, penutupan jalan tidak diberitahukan pada warga sebelumnya sehingga membuat mereka terkejut dan kebingungan. Salah seorang warga yang memakai sepeda motor kedapatan menangis karena kebingungan nggak bisa pulang setelah jalan yang sebelumnya bisa dia lalui kini telah ditutup.

Pemerintah Kota memberikan informasi jalan yang dapat dilalui selama keempat titik jalan tersebut masih ditutup. Sebagai contoh, akses selain Bunderan Waru, hanya Jalan Ir Soekarno-Merr Gunung Anyar Surabaya yang berbatasan langsung dengan Pondok Chandra yang bisa dilewati. Selain itu, kamu juga bisa melewati Jalan Berbek-Rungkut Industri.

Penutupan jalan baru dilakukan setelah Kota Surabaya dinyatakan sebagai zona merah pekat Covid-19. Diharapkan, hal ini bisa meekan jumlah orang yang keluar masuk kota Surabaya. Sebagai informasi, hingga Kamis (4/6), tercatat jumlah pasien positif di Surabaya mencapai 2.828 kasus. Sementara itu, jumlah pasien meninggal sebanyak 258 orang.

“Penutupan jalan ini akan berlangsung hingga kondisi sebaran Covid-19 di kota Surabaya menurun atau kasus Covid-19 berkurang," kata Eddy, Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya.

Kalau menurut kamu, keputusan penutupan perbatasan Kota Surabaya ini memang perlu dilakukan atau justru berlebihan, Millens?  (Oke/MG31/E07)