Corona Bikin Santrendelik Libur, Tobaters: Takut Kangen!

Corona Bikin Santrendelik Libur, Tobaters: Takut Kangen!
Santrendelik mengadakan pengajian setiap Kamis malam. (Dok. Santrendelik/ Budi)

Pertama dalam sejarah, pengajian Santrendelik yang sedianya digelar pada kamis malam terpaksa ditiadakan. Tindakan ini mendukung imbauan pemerintah untuk meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang untuk mencegah pesebaran corona. Berita soal liburnya Santrendelik pun membuat tobaters berkomentar.

Inibaru.id - Nggak pernah libur selama 5 tahun, Santrendelik yang rutin digelar setiap kamis malam kini terpaksa diliburkan. Hal ini dikarenakan oleh merebaknya virus corona yang kian meresahkan masyarakat. Keputusan ditiadakannya pengajian yang mayoritas diikuti oleh anak muda ini diungkapkan oleh Attok Rintawan, salah seorang sukarelawan Santerendelik.

Attok mengungkapkan, peniadaan ini bertujuan untuk mengurangi kerumunan dalam jumlah banyak sesuai dengan imbauan pemerintah.

“Kami mendukung gerakan untuk meniadakan sementara waktu kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Hal ini berbaksud untuk  mengurangi dampak dan persebaran virus corona,” tegas Attok, Kamis (19/3).

Setidaknya 150-an tobaters (sebutan untuk jemaah Santrendelik) hadir pada setiap pengajian. Sementara ini, Santrendelik bakal meniadakan kegiatan selama dua minggu ke depan. Namun jika pemerintah memperpanjang status darurat ini, Attok mengaku siap ikut.

“Dari dulu kami menjaga keistiqomahan dan pantang libur. Namun jika pemerintah masih perpanjang status ini kita ikut (libur),” terangnya.

Suasana Santrendelik. (Dok. Santrendelik/ Budi)
Suasana Santrendelik. (Dok. Santrendelik/ Budi)

Sementara ini dia bersama dengan relawan lain tengah mempersiapkan alternatif lain agar tobaters tetap bisa mengaji secara daring. Dia berharap agar momen libur ini jadi kesempatan buat mereka untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat dari Santrendelik.

Ditiadakannya kegiatan di Santrendelik mengundang kekecewaan dari M Syaiful Huda, seorang tobaters yang jarang melewatkan pengajian mingguan. Dia menuturkan bahwa liburnya pengajian di Santrendelik bikin dirinya kangen dengan suasananya.

“Ya sayang sekali, jadi nggak bisa ngaji dan dapat ilmu,” ungkap lelaki yang mengidolakan Prie GS ini.

Suasana pengajian saat diisi Gus Miftah. (Dok Santrendelik/ Budi)
Suasana pengajian saat diisi Gus Miftah. (Dok Santrendelik/ Budi)

Menurutnya Santrendelik nggak hanya menjadi tempat mencari ilmu, namun juga ajang mempererat persaudaraan.

“Di sana nggak cuma pengajiannya yang seru, tapi nggak bertemu dengan sedulur-sedulur juga yang bikin kangen,” pungkasnya.

Setali tiga uang dengan Huda, Nikmatul Munawaroh, yang sudah setahun lebih mengaji juga mengungkapkan kalau dirinya bakal merindukan kajian di Santrendelik.

"Saya bakalan kangen dengan pengajian Ustaz Fachrurrozi yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan," pungkasnya.

Mereka kompak berharap agar wabah corona segera berakhir sehingga dia bisa kembali mengaji di Santrendelik. Menanggapi hal ini, Attok mengungkapkan agar tobaters bersabar serta dapat mengambil hikmah dari kejadian ini.

Yuk saling jaga dan saling bantu perangi corona, Millens! Semoga keadaan cepat membaik ya! (Zulfa Anisah/E05)