Meraih Gelar S2 di Atas Kursi Roda

Di atas kursi roda Luthfi Azizatunnisa terus melaju, menapaki studi S2 hingga berhasil diwisuda. Semua itu berkat ibunya yang selalu mendukungnya.

Meraih Gelar S2 di Atas Kursi Roda
Luthfi Azizatunnisa saat wisuda S2 di UGM beberapa waktu lalu. (Luthfi Azizatunnisa)

Inibaru.id - Berbanggalah karena kita punya sosok-sosk seperti Luthfi Azizatunnisa yang selalu berhasil mengingatkan kita tentang keteguhan, perjuangan, dan pentingnya bersyukur. Gadis 26 tahun ini bisa menyelesaikan kuliah S2-nya di UGM Yogyakarta meski dalam keterbatasan gerak. Predikat cumlaude bahkan masih bisa direngkuhnya.

Perjuangan Luthfi nggak bisa dibilang mudah, lo. Kecelakaan enam tahun lalu membuat perjuangannya jauh lebih sulit lantaran dia hanya mampu bergerak di atas kursi roda. Kelumpuhan mendera keempat anggota gerak (quadriplegia) yang dimilikinya.

Kecelakan itu terjadi saat dia menjadi mahasiswa semester akhir di Jurusan Kedokteran UNS. Peristiwa itu sempat membuatnya kesulitan menyelesaikan skripsi karena tangan kanan yang belum pulih. Dia harus menulis dan mengetik dengan tangan kiri.

Baca juga:
The Overtunes Janji Lunaskan Kerinduan The Tunist
Teh Yogurt Itu Menguntungkan Banget

Namun, perlahan dia menyelesaikan kuliah S1 di UNS Surakarta, lalu lanjut S2 melalui beasiswa dari WHO di UGM. Berbeda dengan S1, kuliah S2 di Yogyakarta jauh lebih membutuhkan perjuangan.

Kumparan.com, Rabu (6/12/2017) menuliskan, Luthfi harus menempuh jarak sekurangnya 39 km setiap hari untuk kuliah di UGM.

"Rumah saya di Klaten, sementara kuliah di UGM. Tiap hari ngelaju. Berangkat jam 6 pagi, sampai rumah Isya, langsung mandi, makan, terus tidur," terangnya.

Dia mengaku nggak sempat belajar, sedangkan tugas dikerjakannya dini hari.

"Biasanya saya pukul 02.00 pagi bangun, lalu bikin tugas. Belajarnya ya pas kuliah," kenang dia.

Baca juga:
Swafoto Boleh, Teledor Jangan!
Dijenguk Ayahnya yang Terbujur Kaku, MP Menangis Haru

Ada satu sosok yang selalu mendukung Luthfi, tak lain adalah ibunya. Tiap hari, ibunya mengantar Luthfi kuliah. Ibunya pula yang membantu Luthfi saat melakukan penelitian di laboratorium. 

Perjuangan mereka tunai sudah. S2 sudah diraih. Hasilnya pun memuaskan. Nah, satu hal yang mungkin bisa ambil pelajaran, yakni usaha nggak pernah mengkhianati hasil. Begitu, ya, Mbak Luthfi? (IF/GIL)