Cerita Perlindungan Diri Kurir Jasa Pengiriman Barang

Cerita Perlindungan Diri Kurir Jasa Pengiriman Barang
Kurir PT. Pos Indonesia masih bekerja menerjang jalanan selama wabah Covid-19 ini. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)

Di tengah anjuran Di Rumah Aja yang digaungkan pemerintah, ternyata banyak orang yang terpaksa masih harus bekerja di luar rumah. Bagaimana cara mereka melindungi diri di tengah wabah Covid-19?

Inibaru.id – Siang itu saya menerima paket kiriman dari Purwokerto. Paket itu berisikan hand sanitizer pesanan saya dan beberapa teman untuk menjaga diri selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Awalnya saya santai saja memastikan paket itu memang milik saya, menerimanya, dan mengatakan “terima kasih”. Setelah memakai hand sanitizer tersebut, saya baru kepikiran tentang bagaimana cara para kurir jasa pengiriman melindungi dirinya.

Memang, nggak semua orang dapat melakukan work from home. Mereka yang sehari-hari bekerja di jalanan atau menggantungkan diri pada pendapatan harian nggak bisa melakukannya. Hal inilah yang dirasakan para kurir jasa pengiriman barang. Mau nggak mau, mereka harus terus memacu kendaraan dan mengantarkan barang ke berbagai tempat tujuan.

“Selama masa pandemi, sebenarnya tetap bisa bekerja seperti biasa. Hanya saya sedikit terganggu dengan lockdown di beberapa wilayah antar di mana saya ditempatkan,” tulis Cahyo Listoro, salah seorang kurir PT. Pos Indonesia melalui pesan singkat pada Kamis (2/4/2020).

Toro, panggilan akrab Cahyo Listoro, menyatakan bahwa PT. Pos Indonesia memberikan hand sanitizer dan masker untuk melindungi para karyawan. Namun, dia masih merasa kurang terlindungi. Hand sanitizer yang diberikan hanya ditempatkan di kantor, bukan diberikan pada para kurir. Masker juga baru diterima Toro pada 2 April 2020.

Cahyo Listoro alias Toro menerjang jalanan seharian selama wabah Covid-19 ini. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)
Cahyo Listoro alias Toro menerjang jalanan seharian selama wabah Covid-19 ini. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)

Hal itu membuat Toro merasa kurang aman selama bekerja di jalanan. Apalagi memang nggak ada pengerucutan wilayah antar selama pandemi ini. Kebijakan yang ada hanya mengurangi jumlah pengantaran oleh kurir.

“Yang saat normal dijalankan empat kali, sekarang hanya tiga kali sehari,” tambah Toro.

Dia mengaku merasa lebih aman jika diberi vitamin yang bisa menjaga kondisi sistem kekebalan tubuhnya.

Saya ingat ketika menerima paket, Toro sempat melakukan panggilan telepon terlebih dahulu untuk memastikan saya ada. Ketika tiba, dia datang dengan senyuman dan gelagat yang ramah seperti tidak ada beban atau rasa takut. Dia mengaku sengaja nggak begitu memikirkan pandemi ini dan tetap terus bekerja melakukan tugasnya.

“Kalau saya semata ingin berbakti kepada orang tua. Karena orang tua yang menginginkan saya bekerja di sini,” ungkap Toro tentang alasannya tetap bertahan menjalankan pekerjaannya.

Kalau menurut kamu, apa yang sebaiknya dilakukan agar orang-orang yang tetap terus harus bekerja di masa pandemi Covid-19 ini bisa selalu sehat dan nggak mudah tertular, Millens? (Gregorius Manurung/E07)