Cerita Orang Tua Dampingi Anak Sekolah di Rumah

Cerita Orang Tua Dampingi Anak Sekolah di Rumah
Orang tua mendampingi anak belajar melalui sistem daring. (Inibaru.id/ Rafida Azzunhani).

Lantaran sekolah kini menerapkan sistem belajar di rumah, mau nggak mau orang tua pun kecipratan bagian untuk ikut membantu anak. Seperti apa tanggapan orang tua mengenai aturan sekolah di rumah ini?

Inibaru.id - Umi Cholifah merasa bingung karena anaknya yang masih SD kini sering bangun kesiangan. Padahal dia harus mengikuti kelas daring sekolahnya. Sejak 16 Maret, sekolah dasar tempat anaknya menuntut ilmu mengubah proses pembelajaran sesuai aturan pemerintah.

Bukannya nggak mendukung pemerintah, tapi Umi sedikit keberatan karena tugas yang diberikan guru banyak dan sulit diselesaikan.

“Mengajar ternyata nggak semudah itu. Anak dikasih tugas banyak, dan kita sebagai orang tua udah lupa materi tersebut. Paling mudah ya emang tanya google,” ujar Umi

Hal serupa juga dirasakan Herni, ibu dua anak ini merasa terbebani dengan sistem pembelajaran daring. Tugas yang diberikan kepada anak terkadang nggak mampu dipahami langsung oleh anak. Di sela-sela kesibukannya, dia juga membimbing anak-anak mengerjakan tugas.

Meskipun dia memakai bantuan mesin pencari untuk membantu anak menyelesaikan PR, kesibukan nggak lantas usai. “Harus lapor setiap detail yang dikerjakan anak,” ungkap Herni via WhatsApp pada Rabu (1/4).

Umi dan Herni boleh sama-sama merasa tambah sibuk semenjak work from home diberlakukan, mereka setuju kalau aturan ini membuat kedua ibu ini makin akrab dengan anak. Waktu anak yang biasanya dihabiskan di sekolah, sekarang di rumah.

“Jadi lebih tenang karena bisa bareng anak-anak lebih lama, biasanya kan waktu mereka habis di sekolah,” ujar Herni.

Interaksi yang tercipta antar anggota keluarga semakin erat. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani).
Interaksi yang tercipta antar anggota keluarga semakin erat. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani).

Umi juga bercerita kalau kini anaknya lebih rajin dalam membantu pekerjaan rumah tangga. Hal itu nggak terlepas dari penugasan sekolah yang mewajibkan siswanya mengerjakan tugas life skill dari sekolah.

“Anak jadi rajin, biasanya nggak pernah bantu bersih-bersih, memasak, tapi sekarang karena tugas sekolah harus melaksanakan life skill, jadi anak mau melakukannya,” ungkap Umi.

Cerita menarik datang dari Linda. Selama anak belajar di rumah, dia dan suami membagi pekerjaan rumah tangga. 

“Aku sih bagi tugas sama suami. Alhamdulillah suami care banget, jadi kalau aku lagi capek, digantin sama suami,” ungkap Linda via WhatsApp.

Jadi, kamu tim yang pro atau kontra dengan sistem belajar di rumah nih, Millens? (Rafida Azzundhani/E05)