CEO Whatsapp Mengundurkan Diri

CEO WhatsApp Jan Koum mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran direksi. Apa alasannya?

CEO Whatsapp Mengundurkan Diri
Jan Koum (Bloomberg.com)

Inibaru.id – CEO sekaligus pendiri Whatsapp Jan Koum mengumumkan pengunduran dirinya dari jajaran direksi Whatsapp pada Senin (30/4/2018). Pengunduran diri lelaki kelahiran Kiev, Ukraina tersebut diduga terkait dengan skandal kebocoran data Facebook beberapa waktu silam.

Fortune.com, Senin (30/4), menulis sebelum resmi mengundurkan diri, rumor mundurnya Koum kerapa dikaitkan dengan skandal Cambridge Analytica. Rumor tersebut semakin santer terdengar ketika salah satu pendiri Whatsapp Brian Acton mengundurkan diri beberapa waktu yang lalu. Brian juga turut membuat tagar #DeleteFacebook bulan lalu. 

Kendati demikian, Koum mengungkapkan, keputusan itu emosional bagi dirinya.

“Saya pengin meluangkan waktu untuk hal-hal yang saya sukai selain teknologi, misalnya koleksi Porsche langka, mengotak-atik mobil, dan main frisbee. Namun, saya masih memperhatikan Whatsapp dari jauh,” tulis Koum melalui akun Facebook miliknya.

Menanggapi pengunduran diri Koum, CEO Facebook Mark Zuckerberg memberi respon yang cepat.

“Saya berterima kasih untuk segala hal yang telah Anda lakukan untuk membantu dunia terhubung, dan untuk segala hal yang telah Anda ajarkan pada saya, termasuk tentang enkripsi dan kemampuannya untuk mengambil daya dari sistem-sistem terpusat dan mengembalikannya pada tangan orang-orang,” tulis Zuckerberg.

Hingga kini, Facebook nggak memberi konfirmasi siapa yang akan menggantikan Koum dan rencana mendatang untuk Whatsapp.

Tak Berasal dari Keluarga Kaya

Sebelum sukses dengan Whatsapp, Koum nggak lahir dari keluarga yang kaya raya. Ibu Koum bekerja sebagai pramusiwi, sedangkan ayahnya bekerja di sektor konstruksi. Koum diketahui sempat mengenyam bangku kuliah di San Jose State University, namun nggak selesai. Setelah keluar dari kampus, Koum bekerja sebagai insinyur infrastruktur di Yahoo.

Whatsapp lahir di tahun 2009 ketika Koum mengunjungi seorang teman bernama Alex Fishman. Percakapan selama dua jam tersbeut memberinya inspirasi untuk memilih nama Whatsapp yang terdengar seperti kalimat ‘What’s up’. Seminggu setelah ulang tahunnya, Koum mendirikan Whatsapp Inc. di California.

Chatting messenger besutannya itu pun meraih popularitas dalam waktu yang singkat. Pada tanggal 9 Februari 2014, CEO Facebook Mark Zuckerberg mengundang Koum untuk makan malam dan mengajaknya bergabung dengan Facebook. Ajakan itu lantas disetujui Koum. Facebook kemudian mengakusisi Whatsapp dengan nilai total 19 juta dolar AS.

Terima kasih Koum. Selamat menikmati kesibukan barumu. (IB15/E04)