Cemas Kalau Jauh dari Ponsel? Mungkin Kamu Terjangkit Nomofobia

Cemas Kalau Jauh dari Ponsel? Mungkin Kamu Terjangkit Nomofobia
Ilustrasi nomophobia. (Geekinsider)

Seringkah kamu merasa cemas kalau nggak menggunakan ponsel? Hati-hati ya, mungkin kamu terkena nomofobia. Apa sih nomofobia itu?

Inibaru.id – Saat ini, ponsel nggak cuma jadi andalan untuk berkomunikasi, tapi juga bersosialisasi bahkan berdagang dan bekerja. Meski begitu, nggak sewajarnya bila setiap saat kamu memegang ponsel. Cobalah untuk meletakkannya atau menonaktifkannya beberapa jam dalam sehari.

Kalau saat melakukan itu kamu merasa cemas, bisa jadi kamu terkena nomofobia. Kondisi yang termasuk dalam sindrom ketakutan itu merupakan singkatan dari bahasa Inggris no mobilephone phobia yang berarti sebuah kecemasan yang berlebihan terhadap ponsel.

Gejala nomofobia di antaranya adalah selalu membawa charger kemana pun saat pergi, merasa cemas membayangkan ponsel tertinggal, kehabisan baterai atau nggak dapat sinyal. Kecenderungan mengecek ponsel kapan pun, tidur dengan ponsel dalam jangkauan, dan merasa cemas untuk bertatap muka saat berkomunikasi juga termasuk gejala nomofobia. Penderita nomofobia juga selalu merasa perlu untuk memamerkan apapun yang mereka lakukan atau pikirkan pada media sosialnya.

Pada 2008, nomofobia menjadi sebuah istilah cerdas untuk menggambarkan peningkatan pengaruh teknologi dalam kehidupan masyarakat. Kemudian beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat yang mengidap sindrom ini.

Dilansir dari laman Kompasiana (1/9/2017),  pada 2010 lalu perusahaan riset pasar YouGov melakukan penelitian tentang nomofobia di daerah Britania Jaya. Penelitian tersebut menemukan hasil sebanyak 58 persen lelaki dan 47 persen perempuan cenderung merasa nggak nyaman ketika mereka jauh dari ponsel, kehabisan baterai atau pulsa, dan nggak dapat sinyal. Penelitian ini menyimpulkan sudah banyak masyarakat yang terkena nomofobia.

Ponsel dan media sosial ini bisa menciptakan ketergantungan sehingga membuat seseorang menjadi antisosial. Jika hal itu terus dibiarkan, bisa saja lama kelamaan manusia di dunia ini nggak akan lagi bertegur sapa karena sibuk menilik layar ponselnya. Bahkan, nggak akan ada lagi orang-orang yang berkumpul untuk mengobrol. Duh, jangan sampai, ya!

Eh, tapi kalau kamu merasa mengalami gejala-gejala nomofobia, segera konsultasikan ke psikolog ya, Millens. (IB 07/E04)