Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Arab Saudi Tunda Umrah

Cegah Penyebaran Corona, Pemerintah Arab Saudi Tunda Umrah
Kondisi Kabah di Mekah yang kosong setelah Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan larangan umrah. (twitter.com/ahmed)

Demi mencegah virus corona, Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menangguhkan ibadah umrah untuk sementara waktu. Keputusan untuk penyelenggaraan ibadah haji untuk tahun 2020 juga masih dikaji.

Inibaru.id – Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memperluas larangan masuknya jemaah umrah dari warga negara asing (WNA) ke negaranya. Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas ke seluruh dunia.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyebut keputusan ini dilakukan setelah komite khusus melakukan rapat untuk membahas dampak penyebaran virus corona pada Kamis (5/3) waktu setempat.

Berdasarkan rekomendasi dari komite yang ditunjuk untuk memantau coronavirus, telah diputuskan untuk menunda umrah bagi warga dan penduduk di kerajaan itu,” tulis keterangan yang dikeluarkan pemerintah Arab Saudi.

Kondisi Kabbah di Mekah yang kosong setelah larangan ibadah umrah dikeluarkan pemerintah Arab Saudi. (twitter.com/NBCNews)
Kondisi Kabbah di Mekah yang kosong setelah larangan ibadah umrah dikeluarkan pemerintah Arab Saudi. (twitter.com/NBCNews)

Keputusan untuk menangguhkan umrah ini dikeluarkan hanya dalam waktu sekitar dua bulan sebelum bulan Ramadhan, salah satu bulan yang menjadi favorit umat Islam di seluruh dunia menjalani umrah.

Nggak hanya penangguhan umrah, akun Twitter Kementerian Luar Negeri Arab Saudi @KSAmofaEN juga mengunggah cuitan yang isinya melarang masyarakat setempat untuk memasuki Masjid Masjid Nabi di Kota Madinah. Tujuan dari pelarangan ini juga sama, yakni mencegah penyebaran virus corona.

Kondisi Mekah yang jauh lebih sepi dari biasanya setelah larangan umrah diberlakukan (twitter.com/ilanzalayat)
Kondisi Mekah yang jauh lebih sepi dari biasanya setelah larangan umrah diberlakukan (twitter.com/ilanzalayat)

Berdasarkan keterangan dari Dr. Sami Angawi, alumnus dari University of Texas, Austin, Amerika Serikat, penangguhan umrah ini adalah yang pertama kali terjadi dalam sejarah peradaban Islam selama 1.400 tahun. Meski cukup kontroversial, langkah yang diambil pemerintah Arab Saudi patut diapresiasi demi menyelamatkan banyak orang.

“Keputusan yang bijak dan berani untuk melindungi jantung dunia umat Muslim,” ucap Dr. Angawi.

Meskipun begitu, penduduk Arab Saudi ternyata masih diperbolehkan mengunjungi Mekkah serta Madinah jika tujuannya hanya untuk berdoa, bukannya umrah. Keputusan untuk menangguhkan umrah ini juga bukan bersifat permanen. Penangguhan ini akan terus ditinjau secara berkala dan bisa dibatalkan jika situasinya berubah mempertimbangkan kondisi penyebaran virus corona.

Semoga wabah ini segera berakhir sehingga umat Islam bisa kembali beribadah di Tanah Suci ya, Millens(Kom/IB09/E06)