Cegah Penularan Covid-19, 8 Kabupaten di Jateng Tutup Destinasi Wisata pada Pergantian Tahun

Cegah Penularan Covid-19, 8 Kabupaten di Jateng Tutup Destinasi Wisata pada Pergantian Tahun
Sejumlah lokasi wisata di Jawa Tengah ditutup pada akhir tahun. (Inibaru.id/ Audrian F)

Guna mencegah prediksi melonjaknya kasus Covid-19 pada pergantian tahun, delapan Kabupaten di Jateng menutup destinasi wisatanya. Apakah kabupaten tempat kamu tinggal termasuk yang menerapkannya?

Inibaru.id - Meski libur akhir tahun telah ditiadakan, tetap saja banyak orang yang berwisata dan melancong ke sejumlah tempat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun nggak ingin pergantian tahun justru menjadi pemicu naiknya kasus Covid-19. Delapan kabupaten di Jawa Tengah pun langsung berinisiatif memutuskan menutup semua destinasi wisatanya.

Kabar penutupan destinasi wisata itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Sinoeng N Rachmad.

Dari 8 kabupaten, ada 6 yang menutup semua destinasi wisatanya secara total, yakni Rembang, Purworejo, Wonogiri, Kudus, Jepara, dan Demak. Sementara, dua Kabupaten lain yakni Klaten dan Pemalang melakukan penutupan sebagian tempat wisata.

"Ada delapan Kabupaten/Kota yang menutup total dan menutup sebagian destinasi wisatanya selama libur akhir tahun dan tahun baru. Kami mengapresiasi langkah itu karena ini untuk menjaga timbulnya klaster baru penularan Covid-19 di tempat-tempat wisata," kata Sinoeng, Senin (28/12/2020).

Sinoeng menerangkan, Kabupaten Demak yang memiliki dua daya tarik wisata, semuanya ditutup. Diikuti Jepara dengan 9 daya tarik wisata yang ditutup , Kudus menutup seluruh 17 tempat wisata, Purworejo menutup semua 27 objek. Rembang 10 daya tarik wisata ditutup semuanya, dan Wonogiri juga menutup seluruh 17daya tarik wisatanya.

"Pemalang ditutup sebagian yakni dari 19 daya tarik wisata, ditutup tiga dan Klaten yang juga ditutup sebagian. Total ada 86 dari 690 daya tarik wisata di Jateng yang ditutup," jelasnya.

Demak jadi salah satu kabupaten yang menutup seluruh tempat wisata. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Demak jadi salah satu kabupaten yang menutup seluruh tempat wisata. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Destinasi wisata yang ditutup adalah yang berada dalam pengelolaan pemerintah. Sementara yang nggak ditutup berada dalam pengelolaan swasta. Bagi yang memilih untuk tetap buka, Sinoeng berpesan agar tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan.

Jika nggak melaksanakan, Sinoeng meminta masyarakat untuk nggak takut melaporkannya. FYI nih, protokol kesehatan yang dimaksud mencakup pembatasan pengunjung, pemenuhan sarana-prasarana, dan aturan pencegahan Covid-19 yang wajib dijalankan.

"Pasti akan kami tindaklanjuti (jika ada laporan) dan dilakukan tindakan tegas berupa penutupan," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta dengan tegas kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuat acara keramaian saat libur tahun baru. Masyarakat diimbau tetap di rumah saat perayaan pergantian tahun.

"Kita semua sudah sepakat, bahwa tahun baru tidak boleh ada perayaan. Semuanya saya minta di rumah, dan kepolisian sudah sepakat akan melakukan tindakan tegas jika masyarakat masih melakukan aktivitas yang menimbulkan keramaian," katanya.

Semoga penutupan destinasi wisata ini efektif mencegah penyebaran Covid-19 di tahun baru nanti ya, Millens. (IB28/E07)

Tags : #JawaTengah