Cegah Oknum Nakal, Ganjar Instruksi Amankan Limbah Medis

Cegah Oknum Nakal, Ganjar Instruksi Amankan Limbah Medis
Ganjar beri instruksi agar bijak dalam mengolah limbah medis. (Inibaru.id/ Audrian F)

Seiring meingkatnya pasien covid-19 sebanding dengan meningkatnya limbah medis. Karena itu, Ganjar Pranowo memberi instruksi kepada rumah sakit di Jawa Tengah agar lebih ketat dalam mengelola limbah medis.

Inibaru.id - Tingginya aktivitas petugas kesehatan selama menangani wabah corona ini mungkin akan berdampak pada meningkatnya limbah medis. Hal itu ditanggapi oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dia menilai limbah medis tersebut harus diolah dan ditempatkan secara cepat agar nggak disalahgunakan.

"Jadi kalau mereka masuk biasanya ada tempat sampahnya, biasanya berwarna kuning. Terus diolah, yang biasanya dilakukan oleh profesional dari penyedia jasa yang sudah teruji," kata Ganjar, Kamis (2/4).

Ganjar kemudian menginstruksikan seluruh rumah sakit rujukan di Jawa Tengah untuk melakukan pengawasan khusus. Apalagi bersamaan dengan masih tingginya penambahan pasien covid-19.

Ganjar Pranowo nggak ingin kecolongan dengan pihak yang mencoba memanfaatkan limbah medis. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Ganjar Pranowo nggak ingin kecolongan dengan pihak yang mencoba memanfaatkan limbah medis. (Inibaru.id/ Audrian F)

Meskipun sampai sekarang limbah masih bisa dikelola dengan baik, Ganjar tetap ingin bersikap disiplin agar nggak kecolongan.

"Kita mendisiplinkan dan melakukan kontrol agar tidak bocor. Makanya harus disiapkan betul-betul agar tidak bocor," kata Ganjar.

Ganjar mengaku banyak belajar dari kejadian yang sudah-sudah. Dia miris adanya pemanfaatan ulang limbah medis berupa masker yang diperjual belikan. Dari dokter, dia memeroleh saran untuk menggunting masker usai digunakan.

Seiring meningkatnya pasien corona, limbah medis pun juga akan meningkat. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Seiring meningkatnya pasien corona, limbah medis pun juga akan meningkat. (Inibaru.id/ Audrian F)

Dampak dari pemanfaatan ulang limbah tersebut dinilai Ganjar akan sangat membahayakan. Terlebih jika dilakukan oleh pihak yang nggak kompeten.

"Karena pasti pengolahannya tidak seperti di dunia kedokteran atau di rumah sakit. Di sana kan canggih ada pembunuh kumannya, virus dengan cara dan alat-alat yang canggih," katanya.

Semoga instruksi Gubernur Jawa Tengah ini bisa ditaati oleh rumah sakit rujukan ya, Millens. (IB28/E05)