Cegah Hoaks, Para Jurnalis di Jawa Tengah Ikuti Pelatihan Cek Fakta

Puluhan awak media se-Jawa Tengah mengikuti pelatihan cek fakta yang digelar Kemkominfo bekerja sama dengan AMSI Jawa Tengah. Pelatihan setengah hari ini bertujuan membekali para jurnalis tersebut untuk rajin memverifikasi fakta agar terhindar dari hoaks.

Cegah Hoaks, Para Jurnalis di Jawa Tengah Ikuti Pelatihan Cek Fakta
Pelatihan Cek Data di Aula Monumen Pers Nasional, Solo, Kamis, 12 September 2019. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Inibaru.id -  Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo RI bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Tengah menggelar Pelatihan Cek Data pada Kamis (12/9/2019). Pelatihan yang diadakan di Aula Monumen Pers Nasional ini diikuti puluhan wartawan media online se-Jawa Tengah.

Ketua AMSI Jateng Suwarmin mengungkapkan, pelatihan ini penting digelar agar para jurnalis mampu menyaring informasi sebelum dijadikan berita. Berita itu kemudian diteruskan ke masyarakat sehingga mereka dapat terhindar dari hoaks.

"Masyarakat dibanjiri informasi, maka kita berkewajiban membantu masyarakat untuk mengurasi berita supaya tidak terjadi distorsi informasi," jelas Suwarmin, yang juga menekankan tentang betapa bahayanya informasi yang terpapar narasi hoaks.

Pelatihan Cek Data di Aula Monumen Pers Nasional, Solo, Kamis, 12 September 2019. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Warmin, sapaan akrabnya, berharap para jurnalis dalam pelatihan tersebut mampu menjadi pionir pemutus hoaks. Sementara, di tempat berbeda, dia sedikit menyayangkan terbatasnya waktu pelatihan. Perlu kamu tahu, pelatihan ini hanya digelar setengah hari, yang berakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

"Lebih baik kalau digelar tiga hari, biar lebih mendalami," tutur dia di luar forum.

Pentingnya Kesadaran Literasi

Pada pelatihan tersebut, seluruh peserta dibekali pelbagai materi mulai dari cara verifikasi kebenaran berita hingga cara memeriksa kebenaran foto dan kredibilitas akun media sosial.

Sementara, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Widodo Muktiyo menjelaskan, kesadaran literasi penting diterapkan setiap orang agar bisa membedakan informasi yang benar dan salah.

"Indikasi hoaks umumnya menggunakan sumber informasi yang nggak jelas plus bahasa yang provokatif," ujar Widodo.

Pelatihan Cek Data di Aula Monumen Pers Nasional, Solo, Kamis, 12 September 2019. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dalam pemaparannya, dia juga menyampaikan berbagai harapan untuk para jurnalis di Indonesia.

"Saya berharap awak media di sini bisa memberikan konten yang mengedukasi masyarakat," pungkas Widodo.

Semoga ya, Millens! Siapa yang jengah membaca hoaks yang bertebaran di dunia maya, ayo ngacung! Yuk, kita perangi bareng-bareng! (Zulfa Anisah/E03)