Catat, Penjual Mobil Bekas Cenderung Menghindari Merek-Merek Ini

Catat, Penjual Mobil Bekas Cenderung Menghindari Merek-Merek Ini
Sejumlah merek mobil dihindari oleh penjual mobil bekas karena kurang laku di pasaran. (Flickr/ Aaron Yoo)

Ternyata, ada sejumlah merek mobil yang nggak diterima oleh penjual mobil bekas, Millens. Apa saja ya merek-merek mobil tersebut?

Inibaru.id – Mobil bekas masih jadi pilihan banyak orang untuk mendapatkan kendaraan bagi keluarga. Harganya yang cenderung lebih murah dari harga mobil baru tentu jadi pertimbangan. Tapi, kamu nggak boleh sembarangan membelinya.

Ada banyak faktor yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli mobil bekas. Harga bisa jadi acuannya. Sebagai contoh, ada penjual yang sedang BU atau butuh uang sehingga mau menjualnya dengan harga murah. Yang penting, pastikan juga kondisi mobil baik dan memiliki jejak servis yang teratur.

Nah, ada satu hal lain yang harus kamu pertimbangkan, yakni merek mobil. Ternyata, ada banyak penjual mobil bekas yang menghindari merek mobil tertentu karena cenderung dikenal kurang laku atau memiliki harga jual kembali yang rendah.

Mobil pabrikan Amerika kurang diminati masyarakat Indonesia. (Flickr/RL GNZLZ)
Mobil pabrikan Amerika kurang diminati masyarakat Indonesia. (Flickr/RL GNZLZ)

“Mobil-mobil pabrikan Amerika seperti Ford atau Chevrolet sering dianggap memiliki biaya perawatan dan suku cadang yang tinggi. Jadi peminatnya ya nggak banyak. Kalau mau menjualnya akan membutuhkan waktu lebih lama,” ucap Andy dari dealer mobil Jordy Mobil yang berlokasi di Mega Glodok Kemayoran.

Selain mobil pabrikan Amerika, ternyata mobil pabrikan dari Korea dan Tiongkok yang masih belum banyak di Indonesia juga nggak sering diterima oleh Andy.

“Model Korea kayak Hyundai atau KIA, sama mobil Tiongkok juga sekarang di sini banyak yang tolak,” terangnya.

Alasannya juga sama dengan mobil pabrikan Amerika. Mobil-mobil tersebut sulit dijual kembali karena peminatnya kurang banyak. Contohnya, merek Wuling atau DFSK, pasarnya belum benar-benar terbentuk di Tanah Air.

Mobil pabrikan Korea dan Tiongkok juga belum diminati masyarakat Tanah Air. (Flickr/

artistmac)
Mobil pabrikan Korea dan Tiongkok juga belum diminati masyarakat Tanah Air. (Flickr/ artistmac)

Pasar mobil Indonesia memang masih cenderung didominasi oleh mobil Jepang. Nggak hanya karena sudah ada sejak dulu, dealer dan servisnya bisa ditemukan di mana-mana. Selain itu, ada anggapan bahwa mobil-mobil pabrikan Jepang memiliki suku cadang yang murah dan mudah ditemukan.

“Kayak Hyundai dan KIA itu kalau mau dibeli kredit juga susah. Leasing juga kasih uang mukanya tinggi. Hal ini membuat banyak orang pikir-pikir membelinya. Padahal mobilnya berkualitas bagus,” pungkas Andy.

Wah, pasar mobil di Indonesia ternyata masih belum benar-benar merata, ya Millens. Kalau kamu, milih mobil merek apa nih? (Kum/IB09/E05)