Cara Unik dan Menarik Membumikan Filsafat

Cara Unik dan Menarik Membumikan Filsafat
Kelas filsafat daring adalah kelas daring paling unik yang pernah saya temukan. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Selama wabah Covid-19 ini, banyak kegiatan daring menarik yang dilakukan. Salah satu yang paling unik adalah kelas filsafat secara daring. Hm, seperti apa ya mempelajari ilmu "njlimet" semacam filsafat secara daring?

Inibaru.id – Selama swakarantina di tengah wabah Covid-19 ini, banyak kegiatan-kegiatan unik secara daring bermunculan. Mulai dari pameran seni performans, konser musik, hingga kelas filsafat, lo, Millens!

Pada 20 Maret 2020, Syarif Maulana, dosen Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, bersama Al Nino Utomo, mahasiswanya, mengonsep sebuah kelas daring yang mempelajari filsafat. Kelas itu dinamakan Kelas Isolasi. Ide itu muncul karena menurut Syarif akan banyak orang yang tinggal di rumah dan mencari kesibukan secara daring.

“Kedua, karena kecintaan kami pada filsafat dan berharap banyak orang dapat mempelajarinya,” tulis Syarif melalui surat elektronik, Senin (4/5).

Keinginan agar banyak orang dapat menjangkau dan mempelajari filsafat terlihat jelas dari jumlah kelas dan tema yang muncul selama kelas ini berjalan. Sudah ada 36 sesi yang berjalan. Dalam waktu satu minggu, bisa sampai lima kelas dilaksanakan dengan beragam tema filsafat, mulai dari filsafat Yunani Kuno hingga tema yang membicarakan demokrasi dan data.

Selain itu, respon publik juga dirasa cukup positif oleh Syarif. Hingga 20 April 2020, jumlah peserta yang sudah mengikuti kegiatan mencapai 1.800 orang. Para peserta tersebut berasal dari 29 provinsi di Indonesia dan 9 negara di dunia. Selama kelas pun interaksi tanya-jawab terjadi cukup intens antara peserta dan pemateri.

Meski dilaksanakan secara daring, antusiasme para peserta kelas dirasa sangat tinggi. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)
Meski dilaksanakan secara daring, antusiasme para peserta kelas dirasa sangat tinggi. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Meskipun dengan animo sebesar itu, Syarif nggak memungkiri bahwa di Indonesia filsafat masih dirasa sebagai ilmu yang kurang penting. Pelajaran filsafat di beberapa kampus diampu oleh mereka yang nggak kompeten di studi filsafat. Begitu juga dengan program studi filsafat yang ada di beberapa kampus di Indonesia yang peminatnya sangat sedikit.

Stereotip terhadap studi filsafat dan orang-orang yang belajar filsafat turut berkontribusi pada kondisi studi filsafat yang ‘nelangsa’ di Indonesia. Kamu pasti pernah mendengar prang yang berkata “Jangan belajar filsafat, nanti Ateis”, kan, Millens?

Padahal nggak ada rumusnya seseorang yang belajar filsafat menjadi murtad dari agamanya. Karena pada intinya filsafat adalah ilmu yang mengajari manusia untuk terus berpikir dan merenungkan kembali apa saja yang ada di sekitarnya, tetapi .

Karena itulah Syarif dan Nino menggunakan kelas ini untuk “membumikan” filsafat ke masyarakat yang lebih luas. Kelas Isolasi ini juga dijalankan dengan pembawaan yang lebih ringan, meskipun ilmu-ilmu filsafat yang menjadi tema utamanya.

“Kami tetap menoba disiplin dalam membawakan materi, dengan referensi-referensi yang dapat dipertanggungjawabkan. Hanya saja, kamu mencoba agar membawakannya seringan mungkin, seperti siaran radio, mungkin, ya,” tambah Syarif.

Kalau kamu mau ikut Kelas Isolasi, langsung saja cek akun Instagram @kelas.isolasi. Jangan sampai kelewatan, lo, Millens! (Gregorius Manurung/E05)