Cara Mengukur Asupan Kebutuhan Cairan Saat Puasa

Cara Mengukur Asupan Kebutuhan Cairan Saat Puasa
Ilustrasi orang minum (orami)

Saat berpuasa, tubuh kehilangan banyak cairan. Namun kamu dapat menggantinya di saat berbuka dan sahur. Hanya, seperti apa sih perhitungan asupan air minum yang pas selama bulan Puasa.

Inibaru.id – Berpuasa di masa pandemi menuntut kita untuk lebih baik dalam menjaga imunitas. Caranya adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi asupan cairan. Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga bisa membuat tubuhmu nggak mudah lemas dan tetap sehat selama berpuasa.

Lalu, bagaimana cara agar kamu bisa mendapatkan asupan cairan tubuh yang cukup di bulan puasa meski nggak minum seharian?

Ahli gizi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Perdana Samekto mengatakan kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Dia menyebut patokan yang digunakan untuk mengukur kecukupan asupan cairan adalah warna urine.

“Kebutuhan minum tergantung situasi seperti aktivitas fisik dan suhu,” kata Samekto pada Kamis (23/4/2020)

Kamu dapat mengeceknya setelah berbuka puasa. Jika urine nggak berwarna kuning jernih, besar kemungkinan tubuh sudah kekurangan cairan. Kamu harus segera minum agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Perhitungan Kebutuhan Cairan

Samekto menjelaskan, perhitungan kebutuhan cairan berbeda untuk setiap berat badan. Misalnya, orang yang memiliki berat badan 50 kilogram membutuhkan cairan sebanyak 2.100 ml per hari. Sementara itu, orang dengan berat badan lebih berat atau lebih ringan membutuhkan asupan cairan yang berbeda.

Air putih (twitter.com/infocarfreeday_)
Air putih (twitter.com/infocarfreeday_)

Sebenarnya, nggak ada perhitungan khusus untuk memenuhi kebutuhan air harian. Kamu dapat membaginya dengan seimbang antara waktu berbuka dan sahur. Meski begitu, kamu juga bisa menerapkan rumus sederhana ini:

·         0-10 kg: berat badan (kg) x 100 ml/kg/hari.

·         10-20 kg: 1.000 ml + [berat badan (kg) x 50 ml/kg/hari]

·         Lebih dari 20 kg: 1.500 ml + [berat badan (kg) x 20 ml/kg/hari]

Batasi Asupan Makanan dan Minuman Manis

Di bulan puasa, kamu nggak direkomendasikan untuk banyak-banyak mengonsumsi makanan manis. Sedikit masih boleh, tapi tetap harus diabatasi. Konsumsi minuman manis juga sebaiknya tidak sembarangan. Kamu pun lebih direkomendasikan untuk minum air putih saja saat berbuka puasa. 

“Kurma, misalnya. Kadar gulanya bisa 6- 16 gram per buah kurma. Jadi kalau sudah makan kurma 1- 2 buah, hendaknya nggak lagi minum-minuman manis,” kata Samekto.

Nah, selamat menjalankan ibadah puasa ya, Millens. Kamu harus terus memperhatikan asupan cairanmu agar nggak mudah kehausan atau lemas selama berpuasa. (Kom/MG31/E07)