Cara Memakai Google Classroom, Gratis dan Mudah!

Cara Memakai Google Classroom, Gratis dan Mudah!
Google Classroom. (Kompas)

Google Classroom bisa digunakan siswa atau pengajar yang ingin melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring. Gimana ya cara memakainya?

Inibaru.id – Pandemi corona memaksa banyak orang berapdatasi agar bisa melakukan banyak hal, termasuk belajar daring, salah satunya dengan aplikasi Google Classroom. Selain gratis, aplikasi ini dipilih lantaran mudah dipakai, baik untuk belajar daring di sekolah hingga organisasi nirlaba.

Bagi para guru yang kesulitan untuk mengajar karena sekolah tutup atau dibatasi di masa pandemi seperti sekarang ini, Google Classroom tentu bisa dijadikan pilihan untuk memberikan ilmu bagi para siswa. Lantas, bagaimana sih cara untuk memakainya? Yuk simak!

1. Kamu Harus Punya Akun G Suite for Education

Google Classroom. (Detik)<br>
Google Classroom. (Detik)

Sebelum mulai memakai Google Classroom, baik guru ataupun para siswa harus memiliki akun G Suite for Education. Akun ini memiliki perlindungan privasi dan keamanan yang baik. Selain itu, akun tersebut bisa digunakan di berbagai macam perangkat, baik yang memiliki sistem operasi Chrome OS, iOS, hingga Android.

2. Mulai Membuat Kelas

Google Classroom. (Tempo)<br>
Google Classroom. (Tempo)

Di Google Classroom, siswa bisa mendapatkan tugas dari guru. Para pengajar juga bisa memberikan pengumuman bagi para siswa.

Kalau ingin membuat kelas, kamu bisa kok dengan mudah membuka classroom.google.com. Ikuti saja langkah-langkah yang diminta oleh Google Classroom untuk membuatnya.

3. Mengundang Siswa dan Wali ke Kelas Google Classroom

Google Classroom. (Tempo)<br>
Google Classroom. (Tempo)

Setelah membuka kelas, pengajar tinggal mengundang siswa dan wali kelas untuk mendaftarkan diri. Undangan bisa dikirim lewat pos-el (e-mail) atau sejenis kode khusus.

4. Menyiapkan Sistem Kelas

Google Classroom. (Cnn)<br>
Google Classroom. (Cnn)

Pengajar bisa menyiapkan sistem kelas, khususnya dalam hal pemberian nilai. Ada beberapa sistem yang bisa dipilih seperti Poin Total dan Bobot Nilai Berdasarkan Kategori. Pengajar juga bisa membedakan tugas yang akan dinilai seperti ujian, PR, esai, dan lain-lain.

Selain itu, pegajar juga bisa memilih Tanpa Nilai Keseluruhan jika hanya pengin membagikan materi pelajaran pada siswa tapi nggak pengin melakukan penilaian.

5. Membuat Tugas

Google Classroom. (NJEA)<br>
Google Classroom. (NJEA)

Tugas ternyata bisa diberikan ke setiap siswa atau ke seluruh siswa di beberapa kelas sekaligus. Selain itu, pengajar juga bisa memberikan pertanyaan tambahan untuk keperluan presensi.

6. Memberikan Kuis

Google Classroom. (studentprivacymatters.org)
Google Classroom. (studentprivacymatters.org)

Pengajar bisa membuat kuis, mengirimkannya ke para siswa, sekaligus memberikan nilai ke mereka.

7. Membuat Kelas Daring

Google Classroom. (Commonsensemedia.org)<br>
Google Classroom. (Commonsensemedia.org)

Layaknya menggunakan aplikasi konferensi video, pengajar juga bisa membuat kelas daring lewat Google Classroom karena terkoneksi dengan Google Meet. Kelas ini bisa dilakukan untuk banyak siswa atau per siswa.

Kalau menurut kamu, Google Classroom bisa membantu para pengajar dan siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi nggak, Millens? (Tem/IB09/E03)