Cangkul, Hanya Ada di Indonesia atau Juga Dipakai di Luar Negeri?

Cangkul, Hanya Ada di Indonesia atau Juga Dipakai di Luar Negeri?
Cangkul, alat yang sering dipakai petani di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Cangkul sangat identik dengan petani di Indonesia. Nah, di luar negeri, kita seringnya melihat orang mengolah tanah dengan sekop. Hm, jadi penasaran, apakah cangkul hanya ada di Indonesia, ya?

Inibaru.id – Salah satu peralatan yang banyak dipakai petani di Indonesia adalah cangkul. Nah, omong-omong, kamu pernah terpikir nggak kalau cangkul ini hanya ada di Indonesia atau juga dipakai di luar negeri?

Jadi gini, Millens. Di Indonesia, kamu pasti sering melihat foto atau video orang yang menggunakan cangkul untuk menggemburkan sawah. Beda soal kalau di luar negeri. Banyak video yang menunjukkan orang-orang memakai sekop. Padahal, kalau di sini fungsinya sekop beda, ya?

Nah, ternyata, meski sangat identik dengan alat pertanian di Indonesia, jejak cangkul tertua di dunia justru bukan dari sini, melainkan dari negara di Eropa Tengah, Ceko. Jejak ini berupa situs purbakala yang ada di antara Praha dan Bubenec. Diperkirakan, jejak ini menunjukkan aktivitas mencangkul di 3800 sampai 3500 tahun sebelum Masehi!

Pada masa itu, orang-orang Celtic dan Germania kuno sudah mulai bercocok tanam. Nah, pada masa itu, diperkirakan manusia sudah memasuki zaman perunggu. Di masa ini pula, ditemukan bukti penggunaan bajak primitif paling tua di Eropa.

Jejak-jejak lain dari penggunaan cangkul juga ditemukan di masa Mesir Kuno, tepatnya di Kode Hammurabi dan Book of Isaiah. Wah, berarti, cangkul juga dipakai di Eropa dan Asia, ya?

Cangkul juga dipakai di luar negeri, meski bentuknya sedikit berbeda dari cangkul di Indonesia. (Flickr/

Justin Pickard)
Cangkul juga dipakai di luar negeri, meski bentuknya sedikit berbeda dari cangkul di Indonesia. (Flickr/ Justin Pickard)

Nah, ternyata, jenis cangkul di dunia itu sangat beragam. Cangkul di Indonesia biasanya berbentuk pendek dengan sudut gagang dan mata cangkul yang cukup rendah. Di tempat lain, sudut antara gagang dan mata cangkul bisa saja berupa siku atau 90 derajat.

Bentuk mata cangkul di Indonesia biasanya persegi atau seperti segitiga. Di tempat-tempat lain, bentuk mata cangkulnya beragam, dari yang setengah lingkaran, persegi panjang dengan sisi terpendek yang dihujamkan ke tanah, dan lain-lain.

Karena bentuk dari cangkul ini beda dari yang biasanya dipakai di Indonesia, ditambah dengan penyebutannya yang juga nggak sama, kita seperti mengira cangkul hanya dipakai di Indonesia saja. Padahal, kita hanya memakai salah satu dari beragam jenis cangkul yang dipakai umat manusia, Millens.

Menariknya, ada laporan yang menunjukkan kalau cangkul yang dipakai di Indonesia ini kebanyakan malah diimpor dari Tiongkok, lo, Millens. Memang, BUMN PT Bima Bisma Indra sempat dikenal sebagai salah satu produsen cangkul terbesar di Indonesia, namun, sejak 2000-an, cangkul impor sudah membanjiri pasar Tanah Air, khususnya yang diimpor oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. (PPI).

Ada juga pengrajin cangkul berskala lokal. Kalau yang ini sih biasanya hanya menyuplai kebutuhan petani lokal saja, ya Millens. Tapi, secara bentuk dan fungsi, nggak jauh beda dengan cangkul-cangkul yang diimpor.

Hm, omong-omong, kamu jago nyangkul nggak nih, Millens? (Oke, Wik, Det/IB09/E05)