Calon Taruna Gagal karena Positif Corona Bikin Ribut Twitter, Pejabat Akpol Angkat Bicara

Calon Taruna Gagal karena Positif Corona Bikin Ribut Twitter, Pejabat Akpol Angkat Bicara
Ilustrasi: Ujian masuk Akpol. (KabarPolisi)

Twitter diramaikan dengan seorang calon taruna akpol yang gagal melenggang karena dikatakan positif corona. Pejabat tinggi akpol memberikan penjelasan.

Inibaru.id - Seleksi penerimaan tes Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) digegerkan oleh sebuah utas di media sosial Twitter. Akun dengan nama @siap _abngjago ngetwit, dia gugur dalam seleksi karena dituduh positif corona tanpa bukti yang jelas. Padahal, setelah tes swab mandiri, hasilnya negatif.

Akun @siap-abangjago mengaku merupakan calon taruna dengan peringkat satu tingkat provinsi Kepulauan Riau. Dia gagal karena dikatakan positif Covid-19 oleh RS Bhayangkaara setempat.

Akun @siap _abangjago menyebarkan kegagalannya di Twitter. (Twitter)<br>
Akun @siap _abangjago menyebarkan kegagalannya di Twitter. (Twitter)

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Akpol Brigjen Agus Salim kemudian menjelaskan secara rinci terkait kasus calon taruna tersebut dari panitia daerah (panda).  

 “Kalau yang ini bukan urusan Akpol, karena penerimaan merupakan kewenangan panda,” kata Agus, dikutip dari Kumparan, Kamis (6/8/2020).

Dalam proses seleksi, lanjut Agus, jika tahapan panda selesai, para calon taruna akan dites kembali di Akpol oleh Panitia Pusat. Hal itu tertuang dalam As SDM/Karo Dalpers dan ada klausul yang menyebut kalau positif corona harus gugur.

Agus pun juga menegaskan, klausul tersebut nggak dapat dilawan sekali pun dalam kasus itu calon taruna (catar) adalah peringkat pertama pada seleksi di tingkat provinsi.

Wakil Gubernur Akpol Brigjen Agus Salim berkata kalau kebijakan covid-19 dalam seleksi akpol memang benar adanya. (Tandaseru.id)<br>
Wakil Gubernur Akpol Brigjen Agus Salim berkata kalau kebijakan covid-19 dalam seleksi akpol memang benar adanya. (Tandaseru.id)

Kata Agus, kasus yang sama juga ada di Polda Metro Jaya dan Jawa Timur. Ada catar yang lulus dan memenuhi syarat terpaksa harus gugur setelah hasil tes corona mereka positif.

 “Waktu mau berangkat ke panpus atau Akpol ternyata hasil tes swab positif, terpaksa mereka tidak diberangkatkan. Kami sebetulnya kasihan dengan mereka,” ujarnya.

Meski ada kebijakan tersebut, Agus menambahkan, itu semua nggak memengaruhi kuota penerimaan Akpol. Sebab , nantinya di pusat juga ada kemungkinan gagal.

“Hanya mengurangi kuota kirim panda, yang meluluskan tetap panpus. Sebagai gambaran, kuota kirim adalah 264, yang sampai ke panpus hanya 262 (Polda Metro dan Jatim tidak kirim), sedangkan kuota didik 250, jadi ada kemungkinan yang gagal,” katanya.

Sementara, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Golden Hardt membantah apa yang dibeberkan dalam akun Twitter tersebut. Kata Harry, panitia telah sangat transparan dalam seleksi calon taruna Akpol.

“Yah, itu hak yang bersangkutan untuk memberikan penilaian. Panitia sudah sangat transparan,” kata dia, Kamis (6/8).

Kalau kamu, termasuk yang ada di kubu mana nih, Millens? (IB28/E03)