Bukannya Salju, Kini Greenland Diguyur Hujan Air, Para Ahli pun Khawatir

Bukannya Salju, Kini Greenland Diguyur Hujan Air, Para Ahli pun Khawatir
Hujan air di Greenland yang didominasi salju membuat ahli khawatir. Pertanda pemanasan global sudah sangat parah? (Earth Institute/Kevin Krajick)

Nggak seperti biasanya, Greenland yang wilayahnya ditutupi salju tiba-tiba diguyur hujan lebat air pada Sabtu (14/8/2021) lalu. Para ahli pun semakin mengkhawatirkan pemanasan global yang kian parah.

Inibaru.id – Greenland adalah salah satu wilayah yang paling dekat dengan kutub utara. Teritori yang masih masuk wilayah Kerajaan Denmark ini dikenal sebagai daerah dengan suhu yang sangat rendah dan cukup sering diterpa hujan salju. Namun, karena pemanasan global, kini Greenland juga diguyur hujan air. Para ahli pun khawatir dengan hal ini.

Menurut keterangan National Science Foundation’s Summit Station, pada Sabtu (14/8/2021) lalu, puncak gunung es yang ada di Greenland diguyur sekitar 7 miliar ton hujan air dalam kurun waktu 24 jam saja. Dampaknya, suhu di puncak gunung es ini ikut-ikutan naik. Bahkan, sekitar 872 ribu km persegi es di Greenland sampai ikut-ikutan mencair!

Penelitian juga mengungkap kalau fenomena ini termasuk sebagai hujan paling lebat yang pernah turun di Greenland sejak 1950. Fenomena ini disebut sebagai antisiklon. Penyebabnya? Cuaca yang cenderung panas dalam waktu yang cukup lama sehingga memicu gelombang panas di suatu wilayah.

Nah, penyebab antisiklon yang sangat nggak biasa di Greenland ini berasal dari kombinasi udara hangat serta uap air yang terdorong tekanan udara tinggi di sekitar tenggara Greenland serta Pulau Baffin.

“Sebelumnya nggak ada laporan tentang hujan di lokasi dengan ketinggian 3.216 meter ini,” terang rilis resmi dari National Snow and Ice Data Center.

Mencairnya salju di Greenland juga menandakan pemanasan global sudah sangat parah. (ABC News/topcareer)
Mencairnya salju di Greenland juga menandakan pemanasan global sudah sangat parah. (ABC News/topcareer)

Para Ahli Khawatir

Apa yang terjadi di Greenland membuat para ahli semakin khawatir dengan kondisi bumi dan pemanasan global.

Bagaimana nggak, sejak Februari 2021 lalu saja sudah ada 21,3 juta km persegi es di Greenland yang mencair. Bahkan, pada Juli lalu saja, dalam sehari tercatat ada 8 miliar ton es yang hilang dari pulau terbesar di dunia tersebut.

Pada 2019, setidaknya 523 miliar ton es Greenland mencair akibat gelombang panas bulan Juli. Saat itu, permukaan laut dunia bahkan sampai meningkat 1,5 mm secara permanen.

Apa yang terjadi di Greenland semakin memperkuat kekhawatiran para ahli dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), salah satu bagian dari PBB yang mengurus perubahan iklim. Sebelumnya, mereka telah merilis prediksi kalau suhu rata-rata bumi bakal naik 1,5 derajat Celcius dalam tempo 20 tahun ke depan.

Kesannya sedikit ya. Tapi, menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, hal ini bisa memberikan dampak besar bagi seluruh mahluk hidup di bumi, termasuk manusia. Besar kemungkinan, ada banyak kejadian kekeringan sekaligus kebanjiran dari berbagai penjuru dunia. Bencana alam juga bakal lebih sering terjadi.

Yuk, mulai sayangi alam, ya Millens. Sudah sangat aneh lo melihat Greenland yang penuh salju sudah sampai diguyur hujan air. (Cnn/IB09/E05)