Bukan untuk Mendiagnosis Corona, Ini Kegunaan Rapid Test

Bukan untuk Mendiagnosis Corona, Ini Kegunaan Rapid Test
Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto menjelaskan tentang rapid test. (analisadaily.com)

Pemerintah akan melakukan rapid test massal virus corona. Namun, tes ini ternyata bukan untuk mendiagnosis seseorang positif virus corona atau tidak. Lantas, apa fungsi dari tes ini?

Inibaru.id – Pemerintah memastikan bahwa dalam waktu dekat akan menerapkan tes virus corona massal. Jenis tes yang dipilih adalah rapid test yang dilakukan dengan mengambil sampel darah. Hanya saja, tes ini ternyata nggak ditujukan untuk mendeteksi apakah seseorang positif terinfeksi virus ini atau nggak. Lantas, apa fungsinya?

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto berkata bahwa tes massal ini hanya bisa dianggap sebagai tahapan screening, bukannya pendeteksian.

“Tes corona massal ini baru tahap screening saja, bukan untuk deteksi atau diagnosis pasti orang yang bersangkutan positif atau tidak kena COVID-19,” jelasnya.

Langkah-langkah rapid test

Yuri menyebut sampel darah yang telah diambil akan dicek untuk mengetahui bagaimana reaksi imunoglobulinnya. Reaksi immunoglobulin dari pasien positif virus corona biasana muncul seminggu sebelum terinfeksi atau sudah terinfeksi dalam kurun waktu kurang dalam waktu seminggu. Selain itu, dilakukan juga pengukuran antibodi pada sampel darah tersebut.

Peralatan rapid tes untuk virus corona. (kompas.com)
Peralatan rapid tes untuk virus corona. (kompas.com)

Alat rapid test ini mirip dengan alat tes kehamilan. Mereka yang akan menjalani tes ini adalah yang orang dicurigai sudah mengalami gejala COVID-19 atau pernah melakukan kontak dengan pasien positif corona.

“Bukan masyarakat umum sesuai nomor KTP gitu. Tapi masyarakat yang sudah positif atau pernah berkontak dengan orang lain yang positif atau ada gejala COVID-19. Misalnya, ada karyawan yang positif COVID-19. Nah, itu jadi teman-teman satu kantor yang berhubungan dengan dia harus diperiksa. Screening-nya ini nanti yang menggunakan rapid test,” terang Yuri.

Hasil tes ini bisa diketahui hanya dalam waktu kurang dari dua menit. Jika sampel menunjukkan adanya gejala COVID-19, maka akan dilakukan pengujian ulang dengan tes real time polymerase chain reaction (RT-PCR). Tes ini dilakukan dengan memakai sampel swab lendir serta tenggorokan. Tes terakhir ini cukup akurat untuk mendiagnosis seseorang positif terinfeksi virus corona atau tidak.

Tes virus corona. (Reuters/D. Ruvic)
Tes virus corona. (Reuters/D. Ruvic)

Seseorang yang dinyatakan positif COVID-19 dengan gejala ringan, nggak perlu dirawat di rumah sakit rujukan. Pasien ini bisa melakukan isolasi mandiri di tempat tinggalnya dan akan dipantau tenaga kesehatan setempat.

Tetap lakukan social distancing demi mencegah penularan virus corona ya, Millens(Lip/IB09/E06)