Bukan Solo, Daerah Ini Pernah Jadi Ibu Kota Jateng Selain Semarang

Bukan Solo, Daerah Ini Pernah Jadi Ibu Kota Jateng Selain Semarang
Purworejo jadi Ibu Kota Jateng selain Semarang. (sekarangtau.wordpress.com)

Bukan Solo yang sudah populer dan dikenal jadi kota besar, ternyata ada kabupaten lain yang sempat jadi Ibu Kota Jateng selain Semarang, lo. Di mana, sih?

Inibaru.id – Ibu Kota Jawa Tengah (Jateng) adalah Kota Semarang, meski banyak orang yang merasa Solo atau Surakarta cenderung lebih populer dari pada kota yang ada di pesisir utara Jawa tersebut. Menariknya, sebelum Semarang resmi jadi Ibu Kota Jateng, sempat ada daerah lain yang mengemban status itu. Daerah itu bukan Solo atau kota-kota besar lain di Jateng seperti Tegal dan Purwokerto.

Percaya nggak, kabupaten yang bisa dikatakan nggak begitu besar seperti Purworejo pernah jadi Ibu Kota Jawa Tengah? Hal ini pernah beneran terjadi lo. Bahkan, saat itu pemerintahan Jawa Tengah ada di Desa Giyombong dan Desa Kembangan, Kecamatan Bruno, bukannya di pusat Kota Purworejo. Apa gerangan yang membuat dua desa ini jadi Ibu Kota Provinsi?

Awal mula wilayah ini dikenal adalah di masa Perang Diponegoro. Dia membuat dua wilayah yang pada saat itu adalah hutan belantara sebagai tempat untuk memerintah sembari berlindung dari pasukan kolonial Belanda yang terus memburunya.

Yang menarik, penamaan Bruno yang kesannya adalah nama orang yang sangat khas Bangsa Barat ini justru terkait dengan sejarah perang ini. Jadi, Bruno bukan dari nama orang, melainkan dari singkatan Bahasa Jawa “diburu ora ono” alias orang yang diburu nggak bisa ditemukan.

Purworejo hanya sebentar jadi Ibu Kota Jawa Tengah. (Kebumen Ekpres)
Purworejo hanya sebentar jadi Ibu Kota Jawa Tengah. (Kebumen Ekpres)

Nah, saat perang mempertahankan kemerdekaan pada 1945 sampai 1949, Bruno lagi-lagi dipilih para pejuang untuk jadi tempat persembunyian. Pada masa itu, Semarang yang lokasinya ada di dekat pelabuhan ramai pun dikuasai oleh Belanda sehingga nggak mungkin bisa dijadikan pusat pemerintahan provinsi.

Gubernur Jateng di kala itu, KRT Wongsonegoro pun terpaksa memerintah di Desa Kembangan yang lokasinya di atas bukit selama 100 hari. Di sana, dia mendapatkan perlindungan dari satu peleton tentara. Menariknya, sang gubernur nggak tinggal di rumah dinas, melainkan di rumah salah seorang warga lokal bernama Dul Wahid. Hingga sekarang, rumah ini masih terawat karena dianggap punya nilai sejarah tinggi.

Singkat kata, usai Indonesia kembali bisa menguasai Kota Semarang, KRT Wonsonegoro pun balik ke Kota Atlas dan menjalankan pemerintahan Jateng di sana.

Cerita tentang Purworejo jadi Ibu Kota Jawa Tengah untuk sementara sebelum kemudian kembali ke Kota Semarang ini ada di Buku Bunga Rampai Kisah-Kisah Kejuangan 45 karya Soekoso DM. Tapi, memang, karena waktunya singkat, sejarah unik ini nggak diketahui banyak orang.

Menarik ya sejarah soal Purworejo pernah jadi Ibu Kota Jawa Tengah di zaman dulu, Millens. (GNFI/IB09/E05)