Bukan Pulau Garam Madura, Ini Wilayah Penghasil Garam Terbesar di Indonesia

Bukan Pulau Garam Madura, Ini Wilayah Penghasil Garam Terbesar di Indonesia
Wilayah penghasil garam terbesar di Indonesia. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Julukan Madura adalah Pulau Garam, tapi Madura bukan wilayah penghasil garam terbesar di Indonesia. Lantas, wilayah mana yang bisa melakukannya?

Inibaru.id – Kalau membicarakan tentang wilayah penghasil garam, yang terpikir pertama biasanya adalah Pulau Madura, Jawa Timur. Maklum, julukan Madura sendiri adalah Pulau Garam. Menariknya, Madura bukanlah wilayah penghasil garam terbesar di Indonesia, lo.

Lantas, wilayah mana yang mendapatkan predikat tersebut? Ternyata, sebuah kabupaten yang ada di Pantai Utara (Pantura) Jawa, tepatnya Kabupaten Cirebon. Yap, lokasinya di pesisir pantai membuat kabupaten yang ada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Timur memproduksi garam dalam jumlah besar. Hm, padahal julukannya malah Kota Udang, ya?

Jadi gini, Millens. Setiap tahunnya, rata-rata Cirebon memproduksi garam sampai 435,4 ribu ton, lo. Jumlah produksi garam yang fantastis ini berasal dari tambang garam di sana yang memang sangat luas, tepatnya mencapai ribuan hektare. Garam dari Cirebon juga dianggap berkualitas tinggi sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan industri dan dikonsumsi masyarakat.

Setelah Cirebon, barulah Madura ada di urutan kedua wilayah penghasil garam terbesar di Indonesia. Rinciannya sih Kabupaten Sampang, Millens. Di sini, setiap tahunnya ada 399 ribu ton garam yang diproduksi.

Yang menarik, ada banyak sekali petani garam di Sampang. Bahkan, ada yang menjadikannya pekerjaan utama. Pantas saja ya Madura mendapatkan julukan Pulau Garam.

Tambak garam di Indonesia cukup banyak. (Flickr/ Brian Evans)
Tambak garam di Indonesia cukup banyak. (Flickr/ Brian Evans)

Yang masuk dalam lima besar wilayah penghasil garam terbesar di Indonesia lainnya adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Pati di Jawa Tengah.

Khusus untuk Indramayu, produksi garam per tahunnya mencapai 317 ribu ton. Hanya, garam dari wilayah ini lebih sering digunakan untuk garam industri. Selain itu, kualitas garam dari Indramayu dianggap sangat baik dibandingkan dengan garam-garam dari wilayah lainnya.

Sementara itu, garam yang diproduksi di Pati mencapai 318 ribu ton setiap tahun. Tetangganya, Rembang, memproduksi 218 ribu ton garam per tahunnya. Layaknya garam Indramayu, garam dari Pati dan Rembang lebih dikenal sebagai garam industri, Millens.

Nah, yang menarik adalah garam yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Setidaknya, ada dua wilayah yang menjadi andalan produksi garam di sini, yakni di Kupang dan Kabupaten Bima. Di provinsi ini, setidaknya ada 21 ribu hektare tambak garam, lo.

Garam dari NTT dikenal luas memiliki kualitas terbaik dan bersih. Pemerintah bahkan sampai menyebut kualitas garam dari NTT bisa saja membuatnya diekspor ke luar negeri. Semoga saja beneran terwujud, ya?

Wah nggak nyangka, ya Millens, ternyata wilayah penghasil garam terbesar di Indonesia malah Cirebon, bukan Madura Pulau Garam. (Det/IB09/E05)