Bukan Perburuan Liar, Samson Meninggal Karena Kolik Usus

Seekor badak jawa bercula satu ditemukan meninggal di Pantai Karangpanjang, Taman Nasional Ujung Kulon. Berdasarkan hasil nekropsi, badak yang bernama Samson tersebut meninggal karena penyakit di organ dalam.

Bukan Perburuan Liar, Samson Meninggal Karena Kolik Usus
Bangkai tubuh badak Samson. (Nationalgeographic.co.id)

Inibaru.id - Kabar duka datang dari Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Seekor badak jantan cula satu bernama Samson ditemukan meninggal di Pantai Karangpanjang, Kawasan TNUK pada Senin (23/4/2018) lalu. Badak jawa (Rhinoceros Sondaicus) itu ditemukan dalam kondisi utuh, nggak ditemukan tanda-tanda luka pada tubuhnya. Namun, kondisi Samson menunjukkan pembusukan yang ditandai dengan keluarnya gas dan busa dari celah kulit badak.

Tanda-tanda pembusukan diperkuat dengan ditemukannya telur lalat di bagian kaki depan dan belakang. Bagian mata, mulut, hidung, alat kelamin, dan anus Samson juga berwarna merah.

Tempo.co, Sabtu (28/4), menulis, tim dokter hewan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia dan Institut Pertanian Bogor mengambil kesimpulan awal kematian badak berusia 30 tahun itu diakibatkan kolik usus. Penyakit kolik adalah terpuntirnya usus besar dan usus kecil, sehingga mengakibatkan kerusakan pada usus besar. Hal tersebut mengakibatkan bakteri mikroflora usus menghasilkan racun yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh badak.

"Dari hasil nekropsi, beberapa organ sudah dalam keadaan hancur akibat proses pembusukan, seperti ginjal dan paru-paru," kata ahli patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Dr Drh Sri Estuningsih.

Selain itu, pada rongga tubuh thorax dan abdomen ditemukan cairan transudate yang cukup banyak. Dokter hewan juga menemukan bagian yang terpuntir antara usus halus dan usus besar yang menyebabkan terjadi rupture usus bagian sekum.

Dengan begitu, kematian Samson jauh dari dugaan perburuan liar yang selama ini menghantui kelestarian badak jawa. Hal itu ditegaskan Project Leader WWF Indonesia Drh Kurnia Khairani.

“Saat ini kami mendorong pemerintah untuk segera merampungkan Strategi Konservasi Badak 2018-2023 dan fokus untuk mengembangkan populasi kedua badak jawa selain di Ujung Kulon untuk mencegah punahnya badak jawa karena penyakit epidemi yang masif dan bencana alam seperti tsunami atau gempa bumi,” papar Nia.

Dengan kematian Samson, jumlah badak jawa di kawasan TNUK kini menjadi 68 individu. Oleh karena itu, pengembangan populasi kedua harus segera menjadi prioritas strategi konservasi badak jawa ke depan.

Duh, kasihan ya, Millens. Semoga populasi badak jawa segera bertambah. (IB18/E04)