Mahasiswa Undip yang Hilang di Linggoasri Bantah Tersesat

Sempat dikabarkan hilang di tengah hutan, Senia Rahayu dan Andika rupannya nggak benar-benar tersesat. Kedua mahasiswa Teknik Geologi Undip tersebut menyadari posisi mereka saat melakukan pemetaan. Namun, keadaan memang nggak memungkinkan keduanya untuk pulang, hingga mereka memutuskan bermalam di tengah hutan.

Mahasiswa Undip yang Hilang di Linggoasri Bantah Tersesat
Mahasiswa Teknik Geologi Undip yang tersesat di Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan. (Tribunnews.com)

Inibaru.id – Kamu masih ingat dengan berita mengenai hilangnya dua mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang dikabarkan hilang di Hutan Linggoasri, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (21/1/2018)? Sempat heboh lantaran diberitakan tersesat, Senia menolak jika dikatakan dirinya tersesat.

“Sebenarnya nggak tepat kalau dibilang tersesat atau hilang arah. Bahkan, kejadian itu belum 24 jam," tutur Senia.

Menurut dia, dirinya dan Andika paham betul posisi keduanya. Mereka punya peta, kompas, dan GPS. Namun begitu, ada beberapa faktor yang nggak memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Selain kondisi fisik yang mulai capai, hari juga semakin malam. 

"Iya, sudah malam, mau hujan juga. Fisik kami juga sudah menurun banget, nggak memungkinkan untuk berkumpul sama yang lainnya," aku dia. 

Baca juga:
Mahasiswa Geologi Undip Akhirnya Ditemukan
Langka, Morris Minor "Si Doel" Dibanderol 500 juta

Semula, sebanyak 10 mahasiswa Teknik Geologi Undip bekerja sama dalam satu tim untuk melakukan pemetaan geologi di area Hutan Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Selama penelitian, tim dipecah dan diberi daerah atau kavling masing-masing seluas 5x5 kilometer untuk dipetakan dalam waktu 12 hari.

"Jadi, posisi kami memang tersebar," ujar Senia, "Sama sekali nggak ada yang tersesat ataupun terpisah."

Nah, karena saat itu memang nggak memungkinkan, malam itu Senia dan Andika beristirahat di gubuk kecil di sawah yang berada di tengah hutan. Pagi harinya, ketika komunikasi tersambung kembali, Senia dan Andika menghubungi rekannya. Mereka dijemput oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan.

Sebelumnya, seperti ditulis Merdeka.com, Senin (22/1), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengatakan, Senia dan Andika sempat menghubungi temannya, chat minta tolong.

"Dia bilang tersesat di tengah hutan perbatasan Linggoasri Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.

Pada Minggu (21/1) sekira pukul 16.54 WIB, ponsel korban dikabarkan masih aktif. Namun, pada pukul 18.00 WIB mereka sudah nggak aktif.

"Teman-teman mereka kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek dan BPBD," terang Bambang.

Baca juga:
Remaja 15 Tahun Lakukan Penembakan Massal
Aturan Baru, Impor Mainan Diperketat

Tim gabungan dari BPBD, Kepolisian, PMI, dan Perhutani langsung melakukan penyisiran. Korban baru ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Kendati menolak dikatakan tersesat, Senia mengaku berterima kasih atas kesediaan tim gabungan untuk mencari keduanya.

Hm, baiklah, berarti semua masalah kelar ya, Millens? Sehat-sehat, Mbak Senia! (AYU/GIL)