Meriahkan Hari Asia Tenggara di Portugal, Budaya Indonesia Sukses Pukau Pengunjung

Meriahkan Hari Asia Tenggara di Portugal, Budaya Indonesia Sukses Pukau Pengunjung
Para pelajar di Lisabon menarikan tari tradisional saat Hari Asia Tenggara di KBRI Lisabon. (IDNtimes/KBRI Lisabon))

Ragam seni dan kuliner Indonesia memukau para pengunjung di Universitas Lisabon, Portugal dalam perayaan Hari Asia Tenggara. Pengunjung rela mengantre panjang demi mencicipi kuliner khas Indonesia. Nggak hanya itu. Pementasan musik dan tarian khas Indonesia yang dilakukan pelajar dari Portugal juga menarik perhatian.

Inibaru.id – Indonesia memang dikenal luas memiliki budaya yang sangat indah dan beragam. Setiap kali budaya Indonesia ditampilkan di dalam acara-acara internasional, pasti akan menyita perhatian. Hal ini juga terjadi di acara Hari Asia Tenggara yang diadakan di Universtas Lisabon, Portugal, pada 18-21 Februari 2019.

IDN Times, Minggu (3/3/2019) menulis, acara bernama Semana Cultural Asiatica (2019) ini diadakan di Fakultas Seni, Universitas Lisabon. KBRI Lisabon pun turut ambil bagian dengan menyajikan penampilan musik dan tarian, kuliner khas Tanah Air, kelas Bahasa Indonesia, workshop batik, hingga mempromosikan beasiswa Indonesia.

Beberapa jenis kuliner yang disediakan di acara ini adalah sate ayam, wedang secang, dan dadar gulung. Para pengunjung rela mengantre panjang demi mencicipi makanan-makanan tersebut. Sementara itu, tarian dan musik khas Indonesia nggak hanya ditampilkan pelajar Tanah Air. Pelajar dari Portugal juga ikut ambil bagian. Meski harus menjalani latihan yang lama, mahasiswa-mahasiswa ini mampu memikat pengunjung dengan mengalunkan nada dari alat musik khas Jawa Barat, angklung.

Beberapa lagu khas Indonesia yang ditampilkan dengan angklung adalah Anging Mammiri dari Sulawesi Selatan dan Tanjung Katung dari Sumatera Utara, lagu khas Portugis, Malhao-Malhao juga dinyanyikan dengan menggunakan alat musik dari bambu ini.

Setelahnya, mahasiswa dari Universitas Lisabon ini juga mempertunjukkan keahliannya dalam menarikan tarian yang menunjukkan budaya Indonesia seperti dari budaya Gayo Aceh, Betawi, Bali, dan lain-lain.

Selain menghebohkan acara Hari Asia Tenggara di Universitas Lisabon, budaya Indonesia ternyata juga telah menarik perhatian pemerintah Portugal sejak lama. Sebagai contoh, di Sekolah Dasar Alto do Minho yang ada di kota Alfigrade terdapat pementasan gamelan. Pementasan ini termasuk dalam program Residencias Artisticas yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kementerian Kebudayaan di Portugal.

Keren, ya Millens. Budaya Indonesia semakin mendunia di Portugal! (IB09/E05)