BRT Trans Semarang Koridor 7 Resmi Beroperasi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meresmikan koridor 7 Bus Rapid Trans (BRT) Semarang pada Selasa (15/5). Koridor 7 Trans Semarang meliputi Terminal Terboyo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Pemuda, dan kembali ke arah Terboyo.

BRT Trans Semarang Koridor 7 Resmi Beroperasi
Koridor 7 BRT Trans Semarang diresmikan. (Tribunnews.com)

Inibaru.id – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi meresmikan koridor baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang di halaman Balai Kota Semarang, Selasa (15/5/2018) kemarin. Bersama jajaran Forum Komuinkasi Pimpinan Daerah (Forkopinda), Wali Kota yang akrab dipanggil Hendi ini meresmikan Koridor 7 Trans Semarang dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi berisi air.

Tribunnews.com, Selasa (15/5/2018) menulis, koridor 7 BRT Trans Semarang rencananya bakal melewati rute Terminal Terboyo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Jalan Pemuda, dan kembali ke Terminal Terboyo melalui jalur yang sama.

Dalam sambutannya, lelaki yang kerap disapa Hendi itu mengatakan, Semarang kini termasuk dalam 9 kota besar paling macet di seluruh Indonesia. Demi mengurai masalah kemacetan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polrestabes Semarang berusaha mencari solusinya. Salah satu solusi yang dikeluarkan adalah dengan memperbanyak transportasi umum yang aman, nyaman, murah, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Insya Allah dengan launching koridor 7 ini bisa menjadi solusi mengatasi kemacetan. Kalau warga senang naik angkutan umum dan nggak lagi memakai kendaraan pribadi, maka Semarang tidak akan terkena kemacetan,” ucap Hendi.

Hendi menyebut, penyebab utama kemacetan itu adalah banyaknya kendaraan pribadi yang parkir liar di tepi jalan.

“Persoalan kemacetan di Semarang sebagian besar disebabkan parkir sembarangan. Padahal, jalan di Semarang ukurannya terbatas. Dishub akan lebih galak sehingga kendaraan yang parkir sembarangan akan langsung diangkut,” lanjut Hendi.

Hendi juga meminta Dishub Kota Semarang dan Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang untuk menjaga kualitas layanan kepada warga, khususnya dalam hal menjaga kebersihan dan ketepatan waktu bus sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu.

Wah, kabar gembira nih bagi Sobat Millens yang tinggal di Semarang. Kamu cukup merogoh kocek sebesar Rp 3 ribu untuk penumpang umum dan seribu rupiah bagi pelajar untuk dapat naik bus Trans Semarang ini. Murah dan pastinya nyaman kaena dilengkapi dengan pendingin ruangan dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Yuk, naik BRT! (IB09/E04)