BPBD Temanggung: Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing-Sindoro 100 Persen Padam

Setelah melakukan proses pemadaman selama dua pekan, BPBD Temanggung mengklaim sudah mampu menjinakkan si jago merah di kawasan hutan Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah secara tuntas.

BPBD Temanggung: Kebakaran Hutan di Gunung Sumbing-Sindoro 100 Persen Padam
Kebakaran di Gunung Sumbing. (Antaranews.com)

Inibaru.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengaku telah memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Dengan bantuan berbagai pihak, kebakaran yang berlangsung sejak 8 September lalu itu diklaim 100 persen padam.

Kepala BPBD Temanggung Gito Walngadi menuturkan lahan yang terbakar di Gunung Sumbing mencapai 506,9 hektare, sedangkan untuk Gunung Sindoro mencapai 385,6 hektare. Akibat kebakaran ini, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 133 juta.

“Kerugian sebesar Rp 76 juta untuk Gunung Sumbing dan Rp 57 juta untuk Gunung Sindoro. Kerugian ini karena api melahap hutan lindung yang nggak hanya berisi rumput ilalang saja, tapi juga vegetasi pepohonan kayu keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” kata Gito disitat dari Antaranews.com, Jumat (21/9/2018).

Kendati berhasil dipadamkan, BPBD masih akan memantau Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api mengingat banyaknya padang ilalang yang sangat kering dan embusan angin yang kencang.

Kebakaran hutan di Gunung Sindoro diduga akibat dari pembukaan lahan pribadi salah seorang petani dari Dusun Sibajag, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Temanggung Teguh. Dia bermaksud membuka lahan perkebunan tanpa izin.

Teguh lantas memulai aksinya dengan menebang pohon akasia di petak 7B Resor Pemangku Hutan (RPH) Kwadungan BPKH Temanggung KPH Kedu Utara masuk Desa Canggal. Dibantu sang istri, dia lantas mengangkut hasil tebangannya ke rumah untuk dijadikan kayu bakar.

Dia kemudian memotong semak-semak dan ranting pohon. Agar cepat bersih, dia lalu membakar semak-semak dan ranting pohon tersebut. Akibat perbuatannya ini, Teguh terancam pasal 78 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Duh, mau dapat untung, tapi malah buntung ya, Millens. Namun, syukurlah kebakaran sudah bisa dipadamkan. Kebakaran memang rawan terjadi di musim kemarau. Jadi, selalu waspada saat melakukan aktivitas terlebih yang melibatkan api. (IB15/E04)